This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 15 September 2019

Rayap

*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*
*_Semangat Subuh_*

RAYAP

Tahun lalu satu buah lemari buku di lantai atas rumah saya habis di makan rayap beserta buku-bukunya. Lemari tersebut memang jarang dibuka karena hanya berisi buku dan majalah-majalah lama.

Dari luar tampak baik-baik saja, ternyata begitu dibuka dalamnya sudah penuh dengan satu koloni rayap. Terpaksa saya buang lemari tersebut. Dan saya semprotkan obat rayap di tempat itu.
Beberapa bulan berikutnya, atap gipsum di ruang depan roboh, karena rayap juga. Menyusul atap ruang tengah, dan dapur. Sampai saya memutuskan memanggil jasa pengendali hama untuk menyelesaikan masalah rayap ini.

Setelah mereka datang, mereka menjelaskan bahwa rayap-rayap yang tampak itu hanya koloni kecil saja. Sumber masalahnya ada di bawah tanah sebuah koloni besar yang dipimpin seekor ratu rayap! Dari sinilah masalah tersebut harus diselesaikan.

Saudara, jika diri kita ini bagaikan sebuah rumah, maka penyakit hati itulah rayapnya yang menggerogoti rumah tersebut. Saat penyakit hati yang kecil mulai tampak di dalam diri, kita perlu muhasabah jangan-jangan koloni kecil itu menunjukkan adanya koloni besar yang tidak tampak.
Saat mulai menyukai pujian orang, jangan-jangan ada sifat riya yang tidak tampak. Saat mulai takut rezeki hilang ketika mengutamakan kewajiban Allah, jangan-jangan ada sifat su'uzon kepada Allah yang tidak tampak.

Saat mulai jenuh dalam istiqomah, jangan-jangan ada sifat putus asa dari rahmat Allah yang tidak tampak.

Begitulah, betapa pentingnya muhasabah diri dan melazimkan istighfar agar kita senantiasa terlindung dari penyakit hati kecil maupun besar.
Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!
✍Ustadz Arafat

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat subuh semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Lukisan Seorang Raja

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*
*_Semangat Subuh_*

Lukisan Seorang Raja

Dahulu, hidup seorang raja yang hanya memiliki satu mata dan satu kaki. Raja yang cacat itu adalah raja yang baik dan cerdas. Suatu hari, saat raja berjalan-jalan di galeri kerajaan ia melihat lukisan-lukisan pendahulunya. Ia lalu ingin memiliki lukisan dirinya, sebab ia merasa suatu hari anak cucunya akan melihat hal yang sama di sini.

Raja lalu memanggil semua pelukis yang ada di negerinya ke istana. Ia meminta untuk dibuatkan lukisan yang indah dan terlihat gagah untuk dipajang di galeri istana. Pelukis yang berani menerima tugas ini akan diberi imbalan sesuai dengan keindahan lukisannya.

Para pelukis mulai berpikir setelah mendengar titah raja, menurut mereka tidak mungkin bisa membuat lukisan yang indah sebab raja hanya punya satu mata dan kaki. Mereka takut jika nanti hasilnya buruk, mereka malah diberi hukuman karena dianggap menghina raja.

Pelukis-pelukis itu pun satu per satu mengundurkan diri dengan berbagai alasan. Lalu, salah seorang pelukis mengajukan diri untuk melukis raja yang cacat tersebut. Sang raja senang dengan keberanian pelukis itu.

Berminggu-minggu si pelukis mengerjakan lukisan yang diminta raja. Sampai akhirnya tiba hari saat lukisan itu dipamerkan kepada publik. Para pelukis yang mengundurkan diri datang ke istana, mereka sangsi lukisan itu akan indah.

Anggapan para pelukis itu langsung sirna ketika kain penutup lukisan itu dibuka. Sebab, hasil lukisan itu sangatlah indah dan sang raja terlihat gagah.

Di lukisan raja digambarkan sedang menunggangi kuda yang menghadap ke samping, sambil bersiap memanah. Sehingga kakinya yang cacat tidak terlihat dan matanya yang buta terpejam seperti sedang membidik. Raja sangat puas dengan hasil lukisan tersebut, ia menghadiahi sebuah kastil untuk si pelukis.

Contoh cerita inspiratif singkat di atas mengajarkan tentang keberanian dan tidak putus asa dalam menghadapi situasi sulit. Pelukis raja itu sebenarnya memiliki kesulitan yang sama dengan pelukis lainnya, yaitu obyek lukisan yang tidak sempurna. Teknik melukisnya pun mungkin tidak lebih baik dibanding pelukis lainnya. Tapi ia tidak menyerah dan berani mengambil risiko.

Jika kamu menghadapi suatu pekerjaan, jangan terpaku pada keadaan yang sulit atau hambatannya. Pikirkan cara untuk melewati hambatan tersebut. Seperti yang dilakukan pelukis dalam contoh cerita inspiratif singkat ini.

Certita diambil dari SINI!!

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Jangan terlalu Baik

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Jangan Terlalu Baik

Baru-baru ini, Steve mengalami kecelakaan mobil. Karena mobilnya harus diperbaiki di bengkel untuk waktu yang cukup lama, ia terpaksa naik kereta untuk berangkat kerja.

Di stasiun ia menemukan seorang pengemis tua. Karena iba, ia memberikan sedikit uang pada pengemis tua itu. Si pengemis sangat berterimakasih atas pemberian Steve.

Esoknya, ia menemukan pengemis itu lagi. Kali ini, Steve mengajak pengemis itu untuk makan siang bersama. Saat makan ia bertanya, ‘Mengapa kau sampai seperti ini?’

Pengemis itu menjawab, ‘Karena menolong orang.’ Steve bingung dengan jawaban si pengemis tua itu.

‘Dahulu, aku sering menolong orang di sekitarku,’ kata pengemis tua, ‘Entah untuk sesuatu yang benar atau salah, aku selalu berusaha menolong orang. Sampai tanpa terasa aku sudah menghabiskan waktu dan hartaku.’

Steve bertanya, ‘Kau menyesalinya?’

Pengemis tua menjawab, ‘Tidak, hanya saja aku sedih ketika orang-orang yang kubantu dulu tidak mau membantuku saat membutuhkan bantuan. Nak, kuberi satu nasihat.’

‘Lebih baik mengundang orang kesusahan ke rumahmu, daripada membagikan bata saat kamu membangun rumahmu sendiri,’ kata si pengemis. Steve memahami kata-kata itu dan berterima kasih atas nasihatnya.

Maksud nasihat pengemis pada contoh cerita inspiratif singkat di atas adalah utamakan diri sendiri terlebih dahulu sebelum menolong orang lain. Jangan memaksakan dirimu untuk menolong orang, sebab tidak semua orang akan membalas kebaikanmu.

Ada sebuah pepatah dari Tiongkok yang berbunyi, “Terlalu banyak hal yang baik adalah sesuatu yang buruk.” Dalam hal ini, kasusnya adalah menolong orang. Menolong memang merupakan hal yang baik, tapi jika kamu tidak melihat konsekuensi pada diri sendiri maka hasilnya buruk.

Certita diambil dari SINI!!

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Rabu, 11 September 2019

Saat Kematian Itu Semakin Dekat

Ungkapan Hati BJ Habibie soal akhirat yang bikin merinding
8 Jan 2019

NONSTOPNEWS.ID - Pidato BJ Habibie viral. Mantan Presiden RI ini menuliskan tentang kisah hidupnya.

SAAT KEMATIAN ITU KIAN DEKAT.

KALAULAH SEMPAT ? Renungan utk kita semua !!!!
--------------------( by BJ Habibie ketika berpidato di Kairo, beliau berpesan "Saya diberikan kenikmatan oleh Allah ilmu technology sehingga saya bisa membuat pesawat terbang, tapi sekarang saya tahu bahwa ilmu agama itu lebih bermanfaat untuk umat .Kalo saya disuruh memilih antara keduanya maka saya akan memilih ilmu Agama." )

Sepi penghuni...
Istri sudah meninggal...
Tangan menggigil karena lemah...
Penyakit menggerogoti sejak lama...
Duduk tak enak, berjalan pun tak nyaman... Untunglah seorang kerabat jauh mau tinggal bersama menemani beserta seorang pembantu...

Tiga anak, semuanya sukses... berpendidikan tinggi sampai ke luar negeri...
» Ada yang sekarang berkarir di luar negeri... »
Ada yang bekerja di perusahaan asing dengan posisi tinggi... »
Dan ada pula yang jadi pengusaha ...

Soal Ekonomi, saya angkat dua jempol » semuanya kaya raya...

Namun....
Saat tua seperti ini dia "merasa hampa", ada "pilu mendesak" disudut hatinya..

Tidur tak nyaman...
Dia berjalan memandangi foto-foto masa lalunya ketika masih perkasa & enegik yg penuh kenangan

Di rumah yang besar dia merasa kesepian, tiada suara anak, cucu, hanya detak jam dinding yang berbunyi teratur...

Punggungnya terasa sakit, sesekali air liurnya keluar dari mulutnya....
Dari sudut mata ada air yang menetes.. rindu dikunjungi anak-anak nya

Tapi semua anak nya sibuk dan tinggal jauh di kota atau negara lain...
Ingin pergi ke tempat ibadah namun badan tak mampu berjalan....

Sudah terlanjur melemah...

Begitu lama waktu ini bergerak, tatapannya hampa, jiwanya kosong, hanya gelisah yang menyeruak...
sepanjang waktu ....

Laki-laki renta itu, barangkali adalah Saya... atau barangkali adalah Anda yang membaca tulisan ini suatu saat nanti_
Hanya menunggu sesuatu yg tak pasti...
yang pasti hanyalah KEMATIAN.
Rumah besar tak mampu lagi menyenangkan hatinya..._
Anak sukses tak mampu lagi menyejukkan rumah mewahnya yang ber AC...
Cucu-cucu yang hanya seperti orang asing bila datang..._
Asset-asset produktif yang terus menghasilkan, entah untuk siapa .?

Kira-kira jika malaikat "datang menjemput", akan seperti apakah kematian nya nanti.

Siapa yang akan memandikan ?

Dimana akan dikuburkan ??

Sempatkah anak kesayangan dan menjadi kebanggaannya datang mengurus jenazah dan menguburkan?

Apa amal yang akan dibawa ke akhirat nanti?
Rumah akan di tinggal, asset juga akan di tinggal pula...
Anak-anak entah apakah akan ingat berdoa untuk kita atau tidak ???
Sedang ibadah mereka sendiri saja belum tentu dikerjakan ???
Apa lagi jika anak tak sempat dididik sesuai tuntunan agama??? Ilmu agama hanya sebagai sisipan saja..._

"Kalau lah sempat" menyumbang yang cukup berarti di tempat ibadah, Rumah Yatim, Panti Asuhan atau ke tempat-tempat di jalan Allah yang lainnya...

"Kalau lah sempat" dahulu membeli sayur dan melebihkan uang pada nenek tua yang selalu datang......

"Kalau lah sempat" memberikan sandal untuk disumbangkan ke tempat ibadah agar dipakai oleh orang yang memerlukan.....

"Kalau lah sempat" membelikan buah buat tetangga, kenalan, kerabat, dan handai taulan...

Kalau lah kita tidak kikir kepada sesama, mungkin itu semua akan menjadi "Amal Penolong" nya ...

Kalaulah dahulu anak disiapkan menjadi 'Orang yang shaleh', dan 'Ilmu Agama' nya lebih diutamakan

Ibadah sedekahnya di bimbing/diajarkan & diperhatikan, maka mungkin senantiasa akan 'Terbangun Malam', 'meneteskan air mata' mendoakan orang tuanya.

Kalaulah sempat membagi ilmu dengan ikhlas pada orang sehingga bermanfaat bagi sesama...

"KALAULAH SEMPAT"

Mengapa kalau sempat ?
Mengapa itu semua tidak jadi perhatian utama kita ? Sungguh kita tidak adil pada diri sendiri. Kenapa kita tidak lebih serius?
Menyiapkan 'bekal' untuk menghadap-Nya dan 'Mempertanggung Jawabkan kepadaNya?
Jangan terbuai dengan 'Kehidupan Dunia' yang bisa melalaikan.....

Kita boleh saja giat berusaha di dunia....tapi jadikan itu untuk bekal kita pada perjalanan panjang & kekal di akhir hidup kita.

( bagi yang menyebarkan catatan ini semoga menjadi sodaqoh ilmu & ladang amal Shaleh)_

Teruslah menjadi "si penabur kebajikan" selama hayat masih dikandung badan meski hanya sepotong pesan.

Semoga Bermanfaat...🙏

Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie

Selasa, 03 September 2019

Hiduplah Seperti Laron

*_Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

HIDUPLAH SEPERTI LARON

Sebagian orang menyebut laron sebagai anai-anai. Sebenarnya laron adalah rayap yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, sehingga mereka memiliki sayap.

Ketika masih berupa rayap, mereka hidup di dalam tanah. Kemudian setelah menjadi laron barulah mereka berterbangan menuju cahaya. Biasanya pada awal musim penghujan saudara akan melihat laron mengerubungi lampu di malam hari.

Hal ini karena memang Allah yang telah memberi ilham pada laron untuk menuju sumber cahaya. Maka mereka pun akan mencarinya. Setelah menemukan cahaya, laron-laron ini saling mencari pasangan.

Sembilan puluh persen laron yang tidak mendapat pasangan akan mati, sisanya yang berhasil berpasangan akan menanggalkan sayapnya dan bereproduksi.

Jadi meskipun sebagian besar laron tersebut hanya akan mati, tetapi mereka tetap saja mencari lampu. Bagi laron, meskipun harus mati setidaknya mereka mati setelah menemukan cahaya. Subhanallah.

Jadi apa yang bisa kita tiru dari laron? Sebagai manusia, hendaknya kita juga hidup mencari cahaya. Meskipun harus mati setidaknya kita mati setelah menemukan cahaya.

Tahukah saudara cahaya sejati yang sudah seharusnya dicari oleh manusia? Jawabannya ada dalam Surat Asy-Syuro ayat 52,

وَلَٰكِنْ جَعَلْنَاهُ نُورًا نَهْدِي بِهِ مَنْ نَشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا

"Tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami."

Ternyata cahaya yang harus dicari tersebut adalah Al-Quran. Oleh karena itu, hiduplah untuk menemukan Al-Quran.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Copas dr. Ust. Arafat

*_Selamat menunaikan ibadah sholat subuh semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Kamis, 29 Agustus 2019

Anak Kecil Penjual Bunga

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Anak Kecil Penjual Bunga

Di sebuah pusat perbelanjaan ada seorang anak perempuan kecil yang menjual bunga mawar kepada orang-orang yang lewat. Anak itu biasa berjualan di sana dari siang hari hingga petang.

Suatu siang saat melewati pusat perbelanjaan, anak kecil itu mendekatiku. ‘Om mau beli bunga mawar, Om? Bisa buat istri atau pacarnya Om, murah kok lima ribu aja.’ kata anak itu. Kutolak dengan halus tawaran itu karena aku terburu-buru. Sempat kulihat di keranjang anak itu masih tersisa sekitar dua puluh tangkai mawar.

Sore harinya aku lewat pusat perbelanjaan itu lagi dan melihat si anak kecil masih menawarkan bunganya. Ia menawarkan bunga lagi padaku, tampaknya lupa siang tadi telah menawarkan bunga. Kutengok keranjangnya masih sekitar empat belas tangkai mawar.

Aku iba dengannya tapi karena aku masih memiliki urusan dan tidak membutuhkan bunga, kutolak dengan halus lalu kuberi anak itu selembar uang lima ribu. Anak itu mengambil uangku lalu memberikannya pada seorang pengemis di dekat sana.

Kutanya anak itu, ‘Kenapa uangnya dikasih ke pengemis? Adik nolak rezeki?’

Anak itu menjawab, ‘Saya ke sini karena disuruh ibu jualan, yang ke sini buat minta-minta pengemis itu. Om salah kasih rezeki.’

Anak perempuan pada cerita inspiratif singkat tadi adalah contoh orang yang pantang menyerah. Ia bahkan lebih memilih rezeki hasil usahanya sendiri dibanding uang dari rasa kasihan orang lain. Padahal, bunga mawar dagangannya masih tersisa banyak di keranjang.

Jika kamu masih sering meminta sesuatu pada orang tua dengan cuma-cuma, mungkin gadis pada cerita inspiratif singkat ini bisa kamu contoh. Sekecil apa pun keinginanmu, cobalah berusaha memenuhinya sendiri terlebih dahulu.

Certita diambil dari SINI!!

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Ingat-Ingat Jasa Orang Tua

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Ingat-Ingat Jasa Orang Tua

Sumber: Wikimedia Commons

Hari ini Putri berulang tahun yang ke 14. Biasanya di hari ulang tahun Putri, ibu akan memasak makanan kesukaannya dan ayah akan memberikan hadiah. Begitu bel pulang sekolah berbunyi, Putri langsung bergegas pulang, berharap kejutan dari orang tuanya.

Tapi hari itu ternyata adik Putri sedang sakit, sehingga ibu repot merawat anaknya yang sakit. Otomatis, sirnalah harapan putri untuk makan makanan kesukaannya.

Putri kesal pada orangtuanya karena merasa tidak diperhatikan. Ia lalu pergi dari rumah menuju ke taman sambil marah-marah. Tidak lama kemudian, perutnya mulai melilit karena lapar.

Saat itu hanya ada tukang bakso keliling yang berjualan di taman. Putri pun mendekati tukang bakso itu, sayangnya ia tak memiliki uang. Melihat wajah Putri yang memelas, tukang bakso itu menawarinya semangkuk bakso gratis.

Sambil memakan semangkuk bakso itu, tiba-tiba air mata putri menetes. Abang tukang bakso pun bertanya, ‘Kenapa nangis, Neng?’

‘Sebenarnya ini hari ulang tahunku, aku terharu, abang yang baru kenal malah baik banget,” jawab Putri. “Orang tuaku malah ngga peduli.’

‘Ya kalo abang yang baru kasih Neng makan sekali aja udah bikin terharu, apalagi orang tua Neng yang udah bertahun-tahun kasih makan. Jangan ngeremehin orang tua sendiri Neng, nanti nyesel lho!’ kata abang tukang bakso.

Putri pun mendengarkan nasihat abang bakso itu dan pulang. Sampai di rumah, ia meminta maaf pada ibunya.

Hari ulang tahun merupakan momen yang spesial dan ditunggu oleh beberapa orang. Pada hari itu, membuat perayaan kecil bersama keluarga, teman, atau pacar adalah hal yang menyenangkan. Meski begitu, jika ada hal lain yang lebih mendesak maka cobalah untuk mentolerir hal tersebut.

Putri dalam cerita tadi awalnya adalah anak yang egois dan tidak mau memaklumi ibunya yang sibuk. Tapi setelah dinasihati tukang bakso, ia pun sadar akan keegoisannya. Contoh cerita inspiratif singkat ini mengajarkan banyak hal, seperti mengatur prioritas, toleransi, sampai menghargai jasa orang tua, cocok untuk menjadi renungan hidup.

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Tes Tiga Saringan

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Tes Tiga Saringan

Pada masa keemasan Kekhalifahan Abbasiyah, hidup seorang ulama yang sangat disegani. Suatu hari, seorang pedagang kenalannya berkunjung ke rumahnya.

‘Tuan sudah tahu kabar yang baru saja kudengar tentang sahabat tuan?’ kata pedagang.

‘Tunggu dulu!’ ujar ulama, ‘Sebelum kau memberitahuku lebih lanjut, aku ingin kau melewati tiga pertanyaan dariku. Aku menamainya ter tiga saringan.’

Pedagang itu bingung. Sang ulama lalu menjelaskan, ‘Sebelum kamu bercerita tentang kawanku, ada baiknya sedikit kusaring dulu informasinya. Tes pertama, apakah kamu bisa menjamin informasi itu benar?’

Pedagang menjawab, ‘Tidak, aku baru saja mendengarnya dari seseorang. Tapi…’

‘Oke, berarti kamu tidak bisa menjamin kebenarannya.’ Ulama melanjutkan lagi, ‘Apakah kabar tentang temanku adalah suatu informasi yang baik?’

Pedagang menjawab, ‘Tidak, malah sebaliknya ia…’

‘Oke, berarti kamu akan berbicara tentang keburukan yang belum tentu benar.’ Ulama melanjutkan lagi, ‘Terakhir, apakah mengetahui hal itu memberiku keuntungan?’

‘Tidak ada,’ jawab pedagang itu.

‘Jika keburukan kawanku belum tentu benar dan tak ada keuntungan apa pun mengetahuinya, untuk apa kamu cerita?’ tanya sang ulama.

Masih suka ghibahin orang lain? Entah itu tentang tetangga, saudara, atau teman sekelasmu? Mungkin setelah membaca contoh cerita inspiratif singkat tadi, kamu bisa menyadari betapa buruknya hal tersebut.

Mendengarkan gosip buruk tentang orang lain adalah hal yang tidak berguna, sementara menyebarkan gosip adalah hal yang buruk. Coba contoh ulama pada contoh cerita tadi, ia lebih memilih tidak mendengar apa yang hendak dibicarakan pedagang daripada mendengar berita yang tak jelas kebenarannya.

Certita diambil dari SINI!!

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Rabu, 28 Agustus 2019

Menghindari Kebodohan

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Menghindari Kebodohan

Alkisah, ada seorang murid baru yang diperintah oleh gurunya untuk mengambil air di dekat sebuah sumur yang terletak di belakang perguruan.

Si murid pun bergegas menuju ke belakang untuk melaksanakan tugas yang diperintahkan. Tanpa berpikir panjang atau mempelajari situasi di sekitar sana, pikiran dan langkah kakinya langsung tertuju pada sumur dan ember untuk menimba air.

“Aha… itu dia ember kosong dan talinya,” serunya. Dengan gembira, dia pun mulai memegang tali dan mengayunkan ember ke dalam sumur. Tetapi sampai tali yang dipegang di tangan hampir tiba di ujung, dirasakan ember nya tetap kosong, tidak juga menyentuh air di dalam sumur. Maka dia melakukan usaha lebih keras.

Tubuhnya ikut dilengkungkan ke bawah seraya matanya menatap nanar berusaha menembus kegelapan sumur sambil tangannya sibuk mengayun-ayunkan ember.

Tetapi tetap saja tidak ada apa pun yang tersentuh ember di bawah sana.  Panas yang terik dan usaha sepenuh hati yang dilakukan berkali-kali membuat keringat mengucur deras membasahi bajunya.

Murid itu pun mulai merasa kesal dan jengkel. Usahanya berkali-kali dan keinginannya untuk tidak menyerah tetapi tidak membawa hasil seperti yang diharapkan, membuat emosinya semakin memuncak.

Dari kejauhan, sang guru menyaksikan ulah si murid. Dengan senyum sabarnya dihampiri si murid. Melihat kedatangan gurunya, si murid segera berkata lantang, “Guru, saya sudah berusaha menimba air tetapi kelihatannya sumur ini sudah kering. Jika sumur ini tidak berair, mengapa Guru memerintahkan saya untuk mengambil air?”

Gurunya balik bertanya, “Berapa kali kamu menimba?”

Si murid menjawab dengan emosi, “Sudah berkali-kali. Lihat saja bajuku sampai basah kuyup begini!”

Sang Guru berkata lagi, “Kalau kamu merasa sumur itu kosong, mengapa harus terus menimba? Kamu marah, ya? Kemarahanmu sampai menutup kesadaran dan akal sehatmu ya?” Plaaaak!  Kepala si murid pun dipukul oleh sang Guru.

“Lihat ke samping sumur itu, di sana ada keran air. Tinggal dibuka krannya, airpun mengalir. Guru suruh kamu mengambil air di dekat sumur, bukan menimba di sumur!”

Seketika wajah si murid merah padam… dia merasa malu sekaligus merasa begitu bodoh karena telah membuang energi dan kemarahan tidak pada tempatnya.

Sering kali kita sibuk mengumbar emosi dan kemarahan, menyalahkan orang lain dan keadaan, tanpa alasan yang jelas dan benar. Karenanya, terkadang kita perlu mendapat “kesadaran” (baik dari diri sendiri maupun orang lain) agar terhindar dari kebodohan dan kesalahan yang tidak bijak. Sehingga,  tidak perlu ada sesal di kemudian hari yang akan membebani langkah kita ke depan.

Certita diambil dari SINI!!

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Tidak Membandingkan

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Tidak Membandingkan

Kebanyakan penindas memiliki rasa percaya diri yang rendah. Mereka mencoba menutupi kekurangan harga diri mereka dengan menguasai orang lain. Itu membuat mereka merasa lebih tinggi ketika mereka menggertak orang lain.

Ada tiga bentuk kesombongan.

Berpikir bahwa kita lebih baik dari orang lain.
Berpikir bahwa kita lebih buruk dari orang lain.
Berpikir bahwa kita sama dengan orang lain.
Bentuk kesombongan kedua, seringkali tidak disadari sebagai ‘kesombongan’, adalah penyebab utama penindasan. Jika saja kita bisa berhenti saling menghakimi, maka kita bisa berhenti menghakimi diri kita. Alhasil, kebutuhan untuk menindas, secara verbal ataupun fisik, akan jauh berkurang.

Dalam suatu perjamuan, seorang tamu berpakaian bagus dengan bangga memperkenalkan dirinya kepada tuan rumah sebagai seorang dokter.

“Saya pun dokter,” kata tuan rumah dengan hangat, “saya dokter umum.”

“Cuma dokter umum? Saya dokter bedah otak,” kata sang tamu sambil menaikkan hidungnya, “Saya bekerja untuk Médecins Sans Frontières dan baru kembali enam bulan merawat anak-anak yang terluka di wilayah yang terkena perang di Timur Tengah. Tugas yang sangat berbahaya, namun harus ada orang untuk menolong anak-anak malang itu.”

“Pasti sulit melakukan pekerjaan amal,” jawab tamu yang sok penting itu. Ia makin tinggi mengakat hidungnya, Namun, Anda harus akui, itu tidak sesulit menjadi dokter bedak otak!”

“Saya dokter,” sela putra tuan rumah, “Saya punya gelar Dokter Fisika dan saya bekerja di NASA membuat roket. Anda harus akui, Dokter, bahwa bedah otak tidaklah sesulit ilmu roket!”

Kemudian hidung tamu berbaju bagus itu merunduk, bersama dengan kemegahan dirinya.

Jika Anda menemukan kegembiraan dengan berpikir bahwa Anda lebih baik dari orang lain, maka Anda akan menemukan penderitaan dalam perbandingan setimpal ketika Anda bertemu seseorang yang lebih baik daripada Anda. Lebih baik tidak membandingkan diri Anda sama sekali.

Certita diambil dari SINI!!

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Nikmati Kopinya, Bukan Cangkirnya

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua.

Percakapan segera terjadi dan mengarah pada komplain tentang stess di pekerjaan dan kehidupan mereka.

Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan poci besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis – dari porselin, plastik, gelas, kristal, gelas biasa, beberapa diantara gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah – dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.

Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan: “Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan yang murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami.”

Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi.

Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukanlah cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain.

Sekarang perhatikan hal ini: Kehidupan bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkirnya.

Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan. Jenis cangkir yang kita miliki tidak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi.

Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.

Tuhan memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya.

Jadi nikmatilah kopinya, jangan cangkirnya.

Sadarilah jika kehidupan anda itu lebih penting dibanding pekerjaan anda.

Jika pekerjaan anda membatasi diri anda dan mengendalikan hidup anda, anda menjadi orang yang mudah diserang dan rapuh akibat perubahan keadaan.

Pekerjaan akan datang dan pergi, namun itu seharusnya tidak merubah diri anda sebagai manusia. Pastikan anda membuat tabungan kesuksesan dalam kehidupan selain dari pekerjaan anda. Yaitu Amal pertanggungjawaban kepada Allah SWT!!.

Certita diambil dari SINI!!

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Kisah Tentang Sang Panglima yang Ahli Memanah

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Kisah Tentang Sang Panglima yang Ahli Memanah

Suatu ketika, di daratan Tiongkok, hidup seorang panglima perang yang sangat terkenal. Sang Panglima dianggap memiliki kelebihan yang tak dimiliki orang-orang biasa. Yakni, ia memiliki keahlian memanah yang tiada tandingannya.

Suatu hari, sang panglima ingin memperlihatkan keahliannya memanah kepada rakyat di negerinya. Lalu, Sang Panglima memerintahkan prajurit bawahannya agar menyiapkan papan sasaran yang diletakkan cukup jauh, serta 100 buah anak panah untuknya.

Setelah semuanya siap, pada hari yang telah ditentukan, Sang Panglima memasuki lapangan dengan penuh percaya diri, lengkap dengan perangkat memanah di tangannya. Di lapangan tersebut, berbondong rakyat yang ingin menyaksikan kehebatan panglima negerinya pun berkumpul. Mereka penasaran, bagaimana Sang Panglima mampu memiliki kehebatan memanah yang luar biasa.

Panglima pun mulai menarik busur dan melepas satu persatu anak panah itu ke arah sasaran. Rakyat bersorak sorai menyaksikan kehebatan anak panah yang melesat! Sungguh luar biasa! Seratus kali anak panah dilepas, 100 anak panah tepat mengenai sasaran! Meski beberapa kali angin menerpa, panah dari Sang Panglima seperti memiliki mata. Sehingga, tak ada satu pun yang meleset dari sasaran.

Dengan wajah berseri-seri penuh kebanggaan, panglima berucap, “Saat ini, keahlian memanahku tidak ada tandingannya. Bagaimana pendapat kalian?”

Berbagai kata pujian pun diucapkan oleh banyak orang yang menyaksikan. Mereka sangat bangga memiliki panglima yang sangat hebat dalam memanah. Namun, di antara sekian banyak yang memuji, tiba-tiba ada seorang tua penjual minyak yang mengucapkan kata-kata yang membuat Sang Panglima dan banyak orang sesaat terdiam, “Panglima memang hebat! Tetapi, itu hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih.”

Sontak panglima dan seluruh yang hadir memandang dengan tercengang dan bertanya-tanya, apa maksud perkataan orang tua penjual minyak itu. Sungguh berani si penjual minyak yang orang biasa itu berkata demikian. Namun, sebelum semuanya menjadi heboh, si tukang minyak berkata kembali, “Tunggu sebentar!”

Sambil beranjak dari tempatnya, dia mengambil sebuah uang koin Tiongkok kuno yang berlubang di tengahnya. Koin itu diletakkan di atas mulut botol guci minyak yang kosong. Dengan penuh keyakinan, si penjual minyak mengambil gayung penuh berisi minyak. Ia pun kemudian menuangkan minyak tersebut dari atas melalui lubang kecil di tengah koin tadi sampai botol guci terisi penuh. Meski lubangnya cukup kecil, minyak yang dituang sang penjual minyak tak ada setetes pun yang mengenai permukaan koin tersebut! Semua tepat masuk ke dalam guci dari lubang koin itu.

Panglima dan rakyat pun tercengang melihat keahlian dari si penjual minyak. Mereka pun bersorak sorai menyaksikan demonstrasi keahlian si penjual minyak. Namun, dengan penuh kerendahan hati, tukang minyak membungkukkan badan menghormat di hadapan panglima.

Ia pun lantas mengucapkan sebuah kalimat yang penuh makna, “Semua yang bisa saya dan Panglima lakukan tadi hanya keahlian yang didapat dari kebiasaan yang terlatih! Kebiasaan yang diulang terus-menerus akan melahirkan keahlian. Dari kebiasaan inilah, akan memunculkan kekuatan.”

Semua yang dilatih, semua yang diasah, semua yang dimaksimalkan dengan terus-menerus, pasti akan melahirkan ketajaman. Untuk itu, mari kita siap melatih, memelihara, dan mengembangkan kebiasaan berpikir sukses dan bermental sukses secara berkesinambungan. Sehingga, karakter sukses yang telah terbentuk akan membawa kita pada puncak kesuksesan di setiap perjuangan kehidupan kita.

Certita diambil dari SINI!!

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Singa Bukan Lagi Raja Hutan

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Singa Bukan Lagi Raja Hutan

Alkisah, di sebuah hutan, ada seekor kancil yang mengklaim dirinya sebagai raja hutan. Singa yang mendengar hal tersebut menjadi sangat marah. “Berani-beraninya si Kancil menyebut dirinya raja hutan, padahal jelas-jelas akulah sang raja hutan,” kata Singa dalam hati. Maka pergilah si singa mencari kancil untuk membaut perhitungan dengannya.

Saat bertemu Kancil, Singa berkata, “Hei Kancil, berani sekali kamu menyebut dirimu raja hutan. Akulah sang raja hutan.” Kancil berkata, “Hai singa, sekarang ini Anda bukan lagi raja hutan. Kalau tidak percaya, mari kita buktikan.”

Maka pergilah singa dan kancil berdua memasuki hutan. Tak lama mereka bertemu dengan kelinci. Saat kelinci melihat kancil, dia tenang-tenang saja, tetapi saat melihat singa di sebelah kancil, dia langsung lari terbirit-birit. Namun si Kancil yang cerdik berkata pada Singa, “Lihat, Kelinci saja takut padaku. Akulah sang raja Hutan.”

Singa tidak bisa menerima begitu saja, dia minta bukti lagi. Maka Berjalanlah mereka makin masuk ke dalam hutan. Lalu mereka bertemu dengan seekor serigala. Tentu saja serigala tidak takut pada kancil. Namun saat melihat singa di samping kancil, serigala juga lari pontang-panting. Sekali lagi kancil mengklaim dirinya sebagai raja hutan.

Singa yang mulai ragu, meminta pembuktian sekali lagi. Bertemulah mereka dengan seekor zebra. Tentu saja zebra tidak takut pada kancil. Namun saat melihat singa di samping kancil, zebra langsung lari terkencing-kencing. Akhirnya si Singa berkata, “Ternyata benar, sekarang kamulah sang raja hutan.”

Cerita diatas tampaknya sangat sederhana, cerita yang mungkin biasa diceritakan pada anak-anak. Namun makna cerita tadi sangat dalam. Anda bisa menggunakan akal si kancil yang memanfaatkan singa dalam kehidupan nyata sehari-hari.

Untuk sukses, kita memerlukan alat bantu, memerlukan ‘pengungkit’. ‘Singa’ adalah alat bantu dan pengungkit kita. Pertanyannya siapakah ‘singa’ Anda? Tugas Anda sekarang adalah mulai mencari ‘singa-singa’ Anda sendiri. Jika Anda bergaul dengan ‘singa’ maka Anda akan menjadi ‘singa’ juga.

Certita diambil dari SINI!!

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Belenggu Keyakinan

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Belenggu Keyakinan

Pada suatu hari yang cerah di sebuah kota, seorang pria berencana pergi ke tempat pertunjukan sirkus dengan membawa anak dan istrinya.

Niatnya sederhana, ingin memberikan hiburan kepada keluarga di hari libur sekolah.

Sebelum sampai ke tempat pertunjukan, pria tersebut harus melewati sebuah perkemahan dengan tenda yang berukuran besar berisi gajah-gajah sirkus.

Gajah-gajah dengan ukuran besar berdiri melamun dengan kondisi satu kaki yang diikat oleh rantai kecil.

Tidak ada pagar sama sekali, setiap gajah hanya diikat dengan rantai kecil di salah satu kakinya dan tidak ada yang berusaha untuk kabur, semuanya terdiam.

Sepanjang perjalanan pria tersebut terus memandangi gajah-gajah tersebut dengan mimik wajah yang kebingungan.

Mengapa?

Pria tersebut berpikir, mengapa sang gajah dengan ukuran sebesar itu tidak menggunakan seluruh kekuatan yang dia miliki untuk memutuskan rantai kecil yang mengikat salah satu kakinya kemudian lari dari perkemahan tersebut.

Namun sebaliknya setiap gajah hanya berdiri terdiam tidak melakukan apapun.

Dengan wajah yang masih kebingungan pria tersebut menghampiri sang pawang yang daritadi juga berdiri disekitar perkemahan gajah tersebut.

Pria tersebut bertanya, mengapa para gajah itu hanya terdiam dan tidak ada satupun yang berusaha untuk kabur padahal hanya diikat dengan rantai kecil disalah satu kakinya?

Sang pawang pun tersenyum kemudian menjawab:

Ketika mereka masih sangat muda dan berukuran jauh lebih kecil dari sekarang kami menggunakan rantai dengan ukuran yang sama untuk mengikat mereka, dan pada usia itu, cukup untuk menahan mereka.

Seiring mereka tumbuh dewasa mereka dikondisikan untuk percaya bahwa mereka tidak dapat melepaskan diri.

Karenanya sampai sekarang mereka masih percaya bahwa rantainya masih bisa menahan mereka, sehingga mereka tidak pernah mencoba membebaskan diri.

Certita diambil dari SINI!!

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Laut Ini Penuh Marabahaya

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Laut Ini Penuh Marabahaya

Seorang pemuda kehilangan sepatunya di laut, lalu dia menulis di pinggir pantai: “LAUT INI MALING”

Tak lama datanglah nelayan yang membawa hasil tangkapan ikan begitu banyak, lalu dia menulis di pantai: “LAUT INI BAIK HATI”

Seorang pemuda tenggelam di lautan lalu ibunya menulis di pantai, “LAUT INI PEMBUNUH”

Tak lama datanglah seorang lelaki yang menemukan sebongkah mutiara di dalam lautan, lalu dia menulis di pantai: “LAUT INI PENUH BERKAH”

Seorang diatas perahu dan di hantam badai, lalu menulis di pantai, “LAUT INI PENUH MARABAHAYA”

Sementara lautan dan seisinya tak pernah mengeluh sedikitpun.

Kemudian datanglah ombak besar dan menghapus semua tulisan di pantai itu tanpa sisa.

Maka, Jangan risaukan omongan orang, karena setiap orang membaca dunia dengan pemahaman dan pengalaman yang berbeda.

Teruslah melangkah, selama engkau di jalan yang baik. Meski terkadang kebaikan tidak senantiasa dihargai.

Ali bin abi thalib berkata: Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, Dan yang membencimu tidak percaya itu. Hidup bukan tentang siapa yang terbaik, tapi siapa yang mau berbuat baik. Jangan menghapus persaudaraan hanya karena sebuah kesalahan. Namun hapuslah kesalahan demi lanjutnya persaudaraan.

“Jika datang kepadamu gangguan, jangan berpikir bagaimana cara membalas dengan yang lebih perih, tapi berpikirlah bagaimana cara membalas dengan yang lebih baik. Kurangi mengeluh teruslah berdoa dan berikhtiar. Sibukkan diri dalam kebaikan. Hingga keburukan lelah mengikutimu.”

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

Diambil dari website iphinchow

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Udin Dan Domba Kesayangannya

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Udin Dan Seekor Domba

Udin dan dombanya baru saja memenangkan lomba di desa. Sebagai hadiah Udin berhak mendapatkan uang Rp 500.000. Saking senangnya Udin tidak tahan untuk jingkrak-jingkrak.

Eh, ternyata uangnya jatuh dan ditelan si Domba. Udin sedih.

Seorang juri lomba yang memang ahli perdombaan menyarankan meminumkan kopi ke si Domba lalu menepuk-nepuk pantat Domba.

Di jalan pulang Udin mampir di warung kopi. Ternyata benar, setelah meminum segelas kopi dan ditepuk tepuk pantat nya, Domba tersebut memuntahkan selembar uang merah Rp 100.000. Tukang kopi pun heran dan kagum sama si Domba.

Udin pun order segelas kopi lagi. Meminumkan kepada Domba dan menepuk pantatnya. Dan lagi, Domba memuntahkan uang merah Rp 100.000 lagi.

Kali ini tukang kopi mulai mikir “Kopi seharga Rp 3.000 domba muntah jadi Rp 100.000”.

Iseng dia menawar “Din, domba kamu saya beli saja Rp 4.000.000 ya” tentu Udin menolak.

Lalu Udin meminumkan gelas kopi ke 3, menepuk-nepuk pantat domba. Domba munta lagi Rp 100.000.

Tambah kagum, pemilik warung kopi mulai berhitung dalam hati dan berkata “Din dombanya saya beli saja Rp 10.000.000”.

Udin menolak dan kembali meminumkan kopi ke sang Domba. Lagi-lagi, Domba tersebut muntah Rp 100.000.

Kali ini sang pemilik warung kopi tidak tahan “Din saya bayar Rp 25.000.000 deh”.

Udin pun mengiyakan. Pulanglah Udin dengan uang Rp 25.000.000.

Pemilik warung mengambil segelas kopi, lalu meminumkan kepada Domba dan menepuk-nepuk pantatnya. Dan Domba memuntahkan Rp.100.000.

Pemilik warung berteriak “makasih ya, Din.”

Udin melambaikan tangan dari jauh mempercepat langkah kaki – setengah berlari.

Besoknya kampung geger si pemilik warung kopi ditangkap polisi atas penganiaan hewan. 😀

Apa yang dapat disimpulkan dari cerita diatas?

1. Saat melihat seseorang mendapat sesuatu. Dapatkan cerita lengkapnya. Mengambil sepotong kisah bukan saja bisa salah mengartikan tapi bisa berakibat fatal.

2. Jangan iri terhadap kemudahan yang didapatkan orang lain saat itu juga, mungkin kamu melihat hasilnya sekarang yang telah dilakukan 5 tahun yang lalu

3. Pandangan mata dengan pandangan hati sangatlah berbeda

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Selasa, 27 Agustus 2019

Belajar Memasak Air

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

*BELAJAR MEMASAK AIR*

_Oleh : Mardigu Wowiek_

Dalam bisnis hal yang paling penting adalah permodalan. Dan bagaimana membuat modal datang kepada bisnis kita?

Kita mengandaikan diri sekarang. Anda katakanlah seroang suami penganten baru, dimana istri anda belum bisa masak. Lalu sang istri berkata, suamiku, bagaimana kalau dapur peralatannnya di lengkapi, juga di berikan dapur yang bagus, ada plus ada oven, ada kompor , ada utensil peralatan yang lengkap untuk masak. Pasti saya akan bisa masak dalam waktu cepat dan enak.

Sekarang menurut anda, kita pakai akal sehat saja untuk menjawab, ketika anda siapkan semua peralatan tersebut apakah sang istri bisa masak sesuai janjinya? Atau tetap tidak bisa masak dan mengandalkan pembantu atau mengandalkan jari-jarinya di depan smartphone nya yang terhubung dengan apps go-food.

Sekarang kita balik, suaminya sekarang berkata, istriku, kamu kalau sudah bisa membuktikan pandai di dapur dan bersemangat, pasti aku akan perbagus dapur dan menyediakan seluruh peralatan dapur.

Pertanyaan, berapa besar “chance” ketika benar istrinya bisa masak , sang suami benar akan menepati janjinya menyediakan peralatan dan merombak dapur agar keren dan lengkap?

Ternyata dalam statistic dari dua kasus diatas, ketika suaminya menuruti pesan istrinya dimana dapur lengkap dia akan bisa masak peluangnya sang istri bisa masak setelah dapur lengkap hanya 20% alias dari 5 istri yang di perlakukan seperti ini, hanya 1 yang bisa masak.

Namun disisi wanita membuktikan kemampuannya, dari 5 suami, 3 orang atau 60% memenuhi janjinya, memperindah dan memperlengkap dapur.

Mengapa demikian?

Secara psikologi pasti sudah bisa di tebak. Kita bahas khusus psikologi ini di tempat lain ya, agak panjang masalah ini di jelaskan karena harus mengunakan kisah pembuktian ekperimental .

Adapun tujuan tulisan kali ini adalah tentang mendapatkan modal bisnis.

Dalam proyek yang masih green field. Belum jalan, masih konsep, masih ide, belum komersial, atau kalaupun sudah jalan masih “skala lab”.

Maka modal akan sulit datang. Karena pemodal atau funder kalau tidak melihat asset kita, mereka melihat “revenue” atau turn over atau penjualan.

Jadi cara termudah mendapatkan modal sekali lagi, laklukan seperti sang istri yang dapur jelek, seadaanya tetap berusaha masak. Karena semakin sering kita masak, maka hukum “ala bisa karena biasa” tercipta.

Sementara green field company yang belum jalan sulit mendapatkan modal karena seperti kenyataan dapur yang lengkap, tetap saja tidak bisa masak. Bisnis yang serba lengkap, belum tentu jalan. Lebih baik, seadanya jalan, walau terseok, walau masak air gosong, tetap lebih baik.

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Kebaikan Sahabatmu Adalah Pantulan Kebaikanmu

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*
*_Semangat Subuh_*

KEBAIKAN SAHABATMU ADALAH PANTULAN DARI KEBAIKANMU

Seorang lelaki yang memutuskan untuk keluar dari kantornya yang lama, kemudian mendapat panggilan untuk bekerja di kantor barunya yang ia masukkan lamaran beberapa pekan yang lalu.
Ia lantas bertanya kepada gurunya yang bijak, "Apakah nanti teman-teman kantorku yang baru adalah orang baik?"

"Bagaimana dengan teman-temanmu di kantor yang lama? Apakah mereka orang baik?"
"Iya, mereka semua orang baik."
"Kalau begitu, teman-temanmu di kantor baru pasti orang baik juga!"

Demikianlah kebijaksanaan itu terlihat. Rupanya di manapun kita berada, orang-orang di sekeliling kita tetap sama, mereka tergantung bagaimana cara kita bergaul.

Jika kita memperlakukan orang lain dengan santun, maka orang pun akan sopan kepada kita. Itulah sebabnya jika di kantor lama ia memiliki teman yang menyenangkan, pertanda ia memang pandai membahagiakan orang lain pula.

Maka tak perlu khawatir, karena teman-teman barunya pasti akan memandangnya dengan cara yang sama seperti ia memandang orang lain.

Berapa banyak orang yang berganti-ganti pekerjaan dengan alasan selalu saja mendapat teman-teman yang tidak baik. Berapa banyak pula orang yang berpindah-pindah rumah dengan alasan selalu saja mendapat tetangga yang tidak baik.

Apa jangan-jangan diri sendirilah yang kurang bersahaja? Karena hakikatnya orang lain hanya pantulan cermin dari diri sendiri.
الْمُؤْمِنُ مِرْآةُ الْمُؤْمِِنِ
“Seorang mukmin, adalah cermin bagi mukmin lainnya.”
(Hadist Riwayat Abu Dawud)

Bayangkan sebuah alat treadmill yang biasa berada di tempat-tempat fitness. Saat kita bertanya kepada petugas di sana, "Apakah alat ini bisa berputar cepat atau tidak?"
Tentu petugas tersebut akan menjawab, "Tergantung apakah Tuan bisa berlari cepat atau tidak!"
Salam Hijrah.

⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita!

✍Ustadz Arafat

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!
*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Minggu, 25 Agustus 2019

Ada Apa Dengan Selfie?

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

ADA APA DENGAN SELFIE..

Pada tau ga siihh??
Kenapa syaiton sukses merubah mental kita semua umat muslim???
Coba perhatikan

Semua akun media sosial selalu harus disertai photo profil dan icon , like serta komentar.
Mungkin kita tidak pernah berpikir jauh. Tapi coba kali ini renungkan..

Melalui media sosial, syaiton membuat bodoh kaum muda umat Muslimin.
1. Kenapa harus ada photo profil, ternyata dibalik alasan ID, photo profil mampu membangkitkan rasa percaya diri pada manusia.
Dan akibat percaya diri yang berlebihan mereka jadi keranjingan selfie.

Dan para ahli psikolog telah mengatakan selfie itu adalah gangguan jiwa akibat over pede dan haus pujian.

Bayangkan jika dahulu orang berphoto karena ada moment yg ingin dikenang. Maka disewalah tukang foto.
Lah sekarang , moment biasa biasa aja pun di foto, lagi makan selfie , lagi tidur selfie, lagi dikamar mandi selfie , lagi baca buku selfie, dan maaf bahkan lagi maksiat pun selfie.

Ini kelainan mental akut. Dan kadang kita bingung , utk apa sih tujuan selfie di segala kondisi.
Apa mengharapkan dunia tahu apa yang kamu lakukan setiap hari dari bangun tidur sampai tidur lagi.

2. Kenapa ada icon like, syaiton menggiring umat muslim untuk jadi ujub pada dirinya, karena bangga berlebihan maka rasa bangga itu ingin di apresiasi oleh orang lain.

Nah buntutnya hadirlah berbagai macam gaya photo selfie.
Entah itu mulut dimonyongin, pipi di gembungin seolah chubby, ambil angle dari atas , bawah , samping , kanan belakang, bahkan ada sebagian yang wajahnya kurang cakep, terpaksa habis habisan mengedit fotonya di aplikasi camera 360 dll.
Kemudian diposting.

Gejala ujub over pede ini menular kepada akhwat berhijab, sehingga timbullah selfie cadar, selfie hijab.
Icon like kecil memang tapi impactnya besar banget. Kerusakan mental.

Sehingga generasi muda hidup hanya diatas pujian. Materi dan keindahan fisik adalah segala galanya.

Maka tidak heran ada seorang gadis desa yang orang tuanya petani penghasilannya pas pasan , mau merepotkan orang tua mereka dengan membeli baju baru, make up baru agar terlihat modis dan cantik demi sebuah like di facebook.
Anak desa sok gaya kota.
Kantong kere gaya parlente.

Dan ini juga menimpa laki laki demi sebuah like ada yg mati matian fitnes agar perutnya sixpack dan dadanya bidang. Bahkan menampak kan auratnya sehingga jadi photo profil.

Jika dipikir pikir uang itu bermanfaat untuk hal yang lain.
Bisa untuk beli buku, ikut les , bahakn bisa ditabung untuk naik haji.

3. Icon komentar juga disediakan inilah syubhat terbesar.

Disinilah nanti yg memuji melontarkan pujian bila suka, hinaan bila tidak suka.

Nah pujian ini bisa jadi tulus bisa jadi modus. Maka muncullah ikhwan ikhwan modus yang menghancurkan kehormatan wanita.

Maka tidak heran muncul banyak kasus percintaan yg berakhir pilu berawal dari dunia maya. (Bukan berarti semuanya, ada juga kok yg menikah akibat perkenalan didunia maya dan rumah tangganya bahagia).

Yaap masih mau selfie di medsos..
Syaiton sukses menghancurkan sendi sendi moral kaum muslimin.

Selfie di medsos dapat mengakibatkan anda
1. Kena gangguan jiwa.
2. Ujub pada diri sendiri
3. Riya'
4. Suka ghibah di kolom komentar
5. Maksiat terselubung
6. Anda menyusahkan orang tua demi tuntutan eksis di dunia maya.

Jadi sebaiknya ga usah selfie yg berlebihan, cukup photo pd moment tertentu sj spy punya kenangan..

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Rabu, 21 Agustus 2019

Kakek dan Pencuri Pepaya

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Cerita ini tentang seorang kakek yang sederhana, hidup sebagai orang kampung yang bersahaja. Suatu sore, ia mendapati pohon pepaya di depan rumahnya telah berbuah. Walaupun hanya dua buah namun telah menguning dan siap dipanen. Ia berencana memetik buah itu di keesokan hari. Namun, tatkala pagi tiba, ia mendapati satu buah pepayanya hilang dicuri orang.

Kakek itu begitu bersedih, hingga istrinya merasa heran. “masak hanya karena sebuah pepaya saja engkau demikian murung” ujar sang istri.

“bukan itu yang aku sedihkan” jawab sang kakek, “aku kepikiran, betapa sulitnya orang itu mengambil pepaya kita. Ia harus sembunyi-sembunyi di tengah malam agar tidak ketahuan orang. Belum lagi mesti memanjatnya dengan susah payah untuk bisa memetiknya..”

“dari itu Bune” lanjut sang kakek, “saya akan pinjam tangga dan saya taruh di bawah pohon pepaya kita, mudah-mudahan ia datang kembali malam ini dan tidak akan kesulitan lagi mengambil yang satunya”.
Namun saat pagi kembali hadir, ia mendapati pepaya yang tinggal sebuah itu tetap ada beserta tangganya tanpa bergeser sedikitpun. Ia mencoba bersabar, dan berharap pencuri itu akan muncul lagi di malam ini. Namun di pagi berikutnya, tetap saja buah pepaya itu masih di tempatnya.

Di sore harinya, sang kakek kedatangan seorang tamu yang menenteng duah buah pepaya besar di tangannya. Ia belum pernah mengenal si tamu tersebut. Singkat cerita, setelah berbincang lama, saat hendak pamitan tamu itu dengan amat menyesal mengaku bahwa ialah yang telah mencuri pepayanya.

“Sebenarnya” kata sang tamu, “di malam berikutnya saya ingin mencuri buah pepaya yang tersisa. Namun saat saya menemukan ada tangga di sana, saya tersadarkan dan sejak itu saya bertekad untuk tidak mencuri lagi. Untuk itu, saya kembalikan pepaya Anda dan untuk menebus kesalahan saya, saya hadiahkan pepaya yang baru saya beli di pasar untuk Anda”.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas, adalah tentang keikhlasan, kesabaran, kebajikan dan cara pandang positif terhadap kehidupan.

Mampukah kita tetap bersikap positif saat kita kehilangan sesuatu yang kita cintai dengan ikhlas mencari sisi baiknya serta melupakan sakitnya suatu “musibah”?

"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya, dan sesungguhnya manusia itu menyaksikan (sendiri) keingkarannya, dan sesungguhnya dia sangat bakhil karena cintanya kepada harta."
Kisah inspirasi diatas dikutip dari khutbah yang ditulis oleh ustadz Saiful Amien

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*