This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 20 Agustus 2019

Jebakan Tikus

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Pada suatu malam, seekor tikus mengendap-endap di dalam dapur sebuah rumah keluarga petani. Betapa terkejut dia saat melihat sebuah bungkusan yang berisi satu kotak jebakan tikus. Hal tersebut tentu akan mengancam jiwanya. Dengan panik tikus itu berlari ke arah belakang rumah dan memberitahukan hal tersebut pada hewan peliharaan sang petani.

"Hati-hati, ada jebakan tikus... ada jebakan tikus..." ujar sang tikus dengan suara kencang.

Ayam yang mendengar suara itu melengos kesal, "Ya ya ya... tapi itu masalahmu, tikus. Berhentilah berteriak, kau membuatku sakit kepala," ujar sang ayam dengan suara jengkel.

Dengan sedih, tikus itu berlari meninggalkan kandang ayam menuju kandang kambing. "Ada jebakan tikus di dalam sana, jebakan tikus..." ujar si tikus memperingatkan.

Apa yang terjadi? Kambing seolah tidak peduli dan mengatakan, "Wah, aku ikut sedih, tapi bukan urusanku," lanjutnya.

Tikus kembali sedih karena kambing tidak peduli. Tetapi dia tidak menyerah memberi peringatan bahwa ada bahaya. Tikus berlari ke arah kandang sapi. "Waspada, harap waspada, si petani punya jebakan tikus,"

Sang sapi malah tertawa kencang, "Astaga tikus, itu bukan urusanku, tidak perlu menyampaikan kabar yang tidak perlu," ujar sapi lalu kembali tertawa.

Akhirnya tikus kembali ke lubangnya dengan perasaan sedih, tak ada satu pun yang peduli dengan kata-katanya.

Pada malam berikutnya, jebakan tikus itu berhasil menangkap sesuatu. Saat dilihat, bukan tikus yang terperangkap, tetapi ular berbisa yang masuk ke dalam rumah. Parahnya, ular yang sudah hampir mati karena terjepit di jebakan tikus mematuk tangan istri sang petani.

Setelah mengalami pengobatan, istri petani tak kunjung membaik, dia demam sangat tinggi. Melihat hal itu, petani menyembelih ayamnya lalu dimasak menjadi sup ayam untuk menurunkan demam sang istri, tetapi usaha itu sia-sia, karena istri sang petani meninggal keesokan harinya.

Banyak tamu yang datang saat pemakaman, sehingga petani terpaksa menyembelih kambing miliknya untuk dijadikan sajian demi menghormati tamu yang hadir. Dan ternyata, tamu yang datang semakin banyak, petani tersebut memang punya banyak teman, sehingga dia menyembelih sapi untuk dijadikan sajian kepada tamu-tamu yang datang dan berduka cita.

Tikus sangat sedih karena teman-teman di peternakan telah habis. Padahal dia sudah memperingatkan teman-temannya agar waspada. Akhirnya mereka justru menjadi santapan para tamu yang datang.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas antara lain :
Bantulah sesama, kau tak pernah tahu kebaikan apa yang datang, ataupun keburukan apa yang terhindar dari kau membantu mereka...
Jangan meremehkan sebuah keburukan yang menimpa saudaramu, jika kau biarkan, boleh jadi cepat atau lambat kau pun juga akan ditimpanya...
kisah inspirasi diatas diambil dari
http://www.mindtalk.com/ch/Lentera#!/post/502f4e78f7b73052d300354d

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Kaya dan Miskin

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*


Ini adalah salah satu kisah inspirasi kesukaan saya. Saya pertama kali menemukan ini ketika masih SMA (sekitar tahun 2004). Suatu hal yang luar biasa untuk dapat membaginya kepada pembaca Kumpulan Kisah Kisah Inspirasi Terbaik. Berikut kisahnya.

Satu hari, seorang ayah yang berasal dari keluarga kaya membawa anaknya dalam satu perjalanan keliling negeri dengan tujuan memperlihatkan pada si anak bagaimana miskinnya kehidupan orang-orang disekitarnya. Mereka lalu menghabiskan beberapa hari di sebuah rumah pertanian yang dianggap si ayah dimiliki keluarga yang amat miskin.

Setelah kembali dari perjalanan mereka, si ayah menanyai anaknya :

“Bagaimana perjalanannya nak?”.

“Perjalanan yang hebat, yah”.

“Sudahkah kamu melihat betapa miskinnya orang-orang hidup?,” Si bapak bertanya.

“O tentu saja,” jawab si anak.

“Sekarang ceritakan, apa yang kamu pelajari dari perjalanan itu,” kata si bapak.

Si anak menjawab :

Saya melihat bahwa kita punya satu anjing, tapi mereka punya empat anjing.

Kita punya kolam renang yang panjangnya sampai pertengahan taman kita, tapi mereka punya anak sungai yang tidak ada ujungnya.

Kita mendatangkan lampu-lampu untuk taman kita, tapi mereka memiliki cahaya bintang di malam hari.

Teras tempat kita duduk-duduk membentang hingga halaman depan, sedang teras mereka adalah horizon yang luas.

Kita punya tanah sempit untuk tinggal, tapi mereka punya ladang sejauh mata memandang.

kumpulan kisah inspirasi terbaik Kita punya pembantu yang melayani kita, tapi mereka melayani satu sama lain.

Kita beli makanan kita, tapi mereka menumbuhkan makanan sendiri.

Kita punya tembok disekeliling rumah untuk melindungi kita, sedangkan mereka punya teman-teman untuk melindungi mereka.

Ayah si anak hanya bisa bungkam.

Lalu si anak menambahkan kata-katanya : “Ayah, terima kasih sudah menunjukkan betapa MISKIN-nya kita”.

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas :
Kaya dan Miskin tergantung pada persepsi kita sendiri, bukan pada penilaian orang lain.
Orang lain yang tampak miskin bagi kita, boleh jadi termasuk kaya menurut orang lain, atau bahkan mereka sendiri
Kisah diatas mendorong kita untuk selalu melihat perspektif lain...

Kisah inspirasi diambil dari http://pengharapan.com/siapa-yang-kaya-siapa-yang-miskin.html

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Kisah 4 Buah Lilin

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Ada 4 lilin yang menyala, Sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah Damai.” “Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku mematikan diriku saja!” Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

kisah inspirasi
Yang kedua berkata: “Aku adalah Iman.” “Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku, untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.” Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara: “Aku adalah Cinta.” “Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.” “Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.” “Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya.” Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…

Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam. Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata: “Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:

Jangan takut, Janganlah menangis, selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

“Akulah HARAPAN.”

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah HARAPAN yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak tersebut, yang dalam situasi apapun mampu menghidupkan kembali Iman, Damai, Cinta dengan HARAPAN-nya!
(emotivasi)

================

Hikmah yang bisa diambil dari kisah inspirasi diatas :
Hidup tak selamanya terang, adakalanyaangin berhembus, meredupkan "lilin-lilin" kita
Dalam situasi dan kondisi sesulit apapun, jangan sampai kau putus harapan... terlebih harapan kepadaNya...
dengan Harapan, insya Allah kita bisa bertahan dan dengan ijinNya kita bisa menyalakan "lilin" lain kehidupan kita
cerita dan gambar diambil dari
 http://www.beritaunik.net/renungan/kisah-4-lilin.html

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Jendela Kereta Api

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Hari itu, di kereta api terdapat seorang pemuda bersama ayahnya. Pemuda itu berusia 24 tahun, sudah cukup dewasa tentu.

Di dalam kereta, pemuda itu memandang keluar jendela kereta, lalu berkata pada Ayahnya.
"Ayah lihat, pohon-pohon itu sedang berlarian"

Sepasang anak muda duduk berdekatan. Keduanya melihat pemuda 24 tahun tadi dengan kasihan. Bagaimana tidak, untuk seukuran usianya, kelakuan pemuda itu tampak begitu kekanakan.

Namun seolah tak peduli, si pemuda tadi tiba-tiba berkata lagi dengan antusiasny,
"Ayah lihatlah, awan itu sepertinya sedang mengikut kita!"

Kedua pasangan muda itu tampak tak sabar, lalu berkata kepada sang Ayah dari pemuda itu.
"Kenapa ANda tidak membawa putra Anda itu ke seorang dokter yang bagus?

Sang Ayah hanya tersenyum, lalu berkata. "Sudah saya bawa, dan sebenarnya kami ini baru saja dari rumah sakit. Anak saya ini sebelumnya buta semenjak kecil, dan ia baru mendapatkan penglihatannya hari ini"

Sahabat, setiap manusia di planet ini memiliki ceritanya masing-masing. Jangan langsung kita men-judge seseorang sebelum kita mengenalnya benar. Karena kebenaran boleh jadi mengejutkan kita. Selalu berprasangka baik kepada setiap orang, karena itu yang diajarkan nabimu, dan itulah cara yang baik untuk hidup...

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Berat Segelas Air

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Saat Stephen R. Covey mengajar tentang Manajemen Stress, dia bertanya kepada para peserta kuliah,

“Menurut anda, kira-kira berapa berat segelas air ini?” Jawaban para peserta sangat beragam, mulai dari 200 gram sampai 500 gram.

“Sesungguhnya yang menjadi masalah bukanlah berat absolutnya. Tetapi berapa lama anda memegangnya,” ungkap Covey.

“Jika saya memegangnya selama satu menit, tidak ada masalah. Jika saya memegangnya selama satu jam, lengan kanan saya akan sakit. Jika saya memegangnya selama satu hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya,” lanjutnya.

“Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya, maka bebannya akan semakin berat. Jika kita membawa beban terus menerus, lambat laun kita tidak akan mampu membawanya lagi. Beban itu terasa meningkat beratnya,” ungkap Covey.

”Yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut. Istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi. Kita harus meninggalkan beban kita, agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi. Jadi sebelum pulang ke rumah dari pekerjaan sehari-hari, tinggalkan beban pekerjaan anda. Jangan bawa pulang. Beban itu dapat diambil lagi besok,” lanjutnya.

“Apapun beban yang ada di pundak anda hari ini, coba tinggalkan sejenak. Setelah beristirahat, nanti dapat diambil lagi. Hidup ini sangat singkat, jadi cobalah menikmatinya dan memanfaatkannya. Hal terindah dan terbaik di dunia ini tak dapat dilihat atau disentuh, tapi dapat dirasakan jauh di dalam hati kita,” kata Covey.

cerita dicopas dari http://lutphantomhive.wordpress.com/

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Panjang Tangan

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Dalam suatu riwayat Aisyah pernah berkisah, bahwa suatu waktu setelahkematian Nabi SAW, para istrinya berkumpul pada suatu rumah salah satu diantaranya. Lalu mereka mengukur tangan-tangan mereka di tembok untuk mencari tangan mana yang terpanjang. Aktivitas ini sering dilakukan mereka, sampai meninggalnya Zainab binti Jahsy.

Apa sebab hal ini dilakukan oleh para istri Nabi SAW? Ternyata, suatu waktu Rasulullah SAW pernah bersabda seperti diriwayatkan Bukhari dan Muslim,

"Bahwa yang paling cepat menyusul diriku dari kalian (istri-istriku) adalah yang paling pajang tangannya."
Yang paling cepat menyusul Rasulullah SAW adalah Zainab binti Jahsy. Sementara Zainab memiliki tangan yang pendek dan bukan yang terpanjang bila dibandingkan dengan istri Nabi SAW lainnya.

Mengapa Zainab? Menurut Aisyah dinukil dari hadits yang sama, karena Zainab bekerja dengan tangannya sendiri dan selalu bersedekah. Bahkan pada suatu riwayat yang dikeluarkan oleh ath-Thbarani dalam al-Ausath disebutkan bahwa Zainab radhiallhu 'anha merajut pakaian kemudian memberikannya kepada pasukan Nabi SAW. Para pasukan Nabi SAW menjahit serta memanfaatkannya pada saat peperangan.

Akhirnya para istri Nabi SAW pun mengetahui maksud Nabi SAW mengenai apa yang disebutnya dengan "panjang tangan", yakni suka bersedekah. Dan Zainab-lah ang dimaksud dalam hadits tersebut.
Wallahu'alam.

Oleh Diyah Kusumawardhani,
dimuat dalam Majalah Sabili edisi 23

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Anakku Sayang

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Anakku, izinkan bunda menuturkan sebuah kisah.
Umar bin Abdul Aziz, seorang khalifah yang zuhud, senang beribadah dan berjihad, suatu kali pernah berkata. "Sesungguhnya jiwaku adalah jiwa yang mempunyai banyak cita-cita".
Dia pernah bercita-cita menjadi amir, dia telah mendapatkannya. Dia bercita-cita menjadi seorang khalifah, juga telah didapatkannya. Sekarang, cita-citaku adalah surga, dan aku berharap mendapatkannya."

Lembar sejarah membuktikan, orang-orang besar umumnya memiliki cita-cita tinggi. Anakku, bukan hanya itu, mereka berusaha mewujudkan apa yang mereka cita-citakan dengan segenap upaya dan kesungguhan, dan umumnya mereka mampu meraih cita-cita yang telah mereka canangkan.

kisah kisah inspirasiBukan hanya kisah Umar bin Abdul Aziz yang akan bunda ceritakan. Ada kisah lain, tentang empat pemuda dengan cita-cita mereka. Suatu kali, Abdullah bin Umar, Urwah bin Zubair, Mushab bin Zubair dan Abdul Malik bin Marwan ra. berkumpul di pelataran ka'bah. Mushab yang bicara pertama kali dengan mengatakan,"Bercita-citalah kalian." Sahabat yang enggan mengatakan cita-citanya, meminta Mushab terlebih dulu menyampaikan cita-citanya.

Mushab bertutur,"Aku ingin kaum muslimin bisa menaklukkan wilayah Irak, aku ingin menikahi Sakinah puteri Husein dan Aisyah binti Thalhah bin Ubaidillah." Tahukah anakku, apa yang kemudian hari berlaku atas Mushab? Allah SWT memperkenankannya memperoleh apa yang ia cita-citakan.

Urwah bin Jubair kemudian menceritakan harapannya. "Aku ingin menguasai ilmu fikih dan hadits." Subhanallah, Urwah kemudian dikenal sebagai salah satu tokoh ulama fikih dan banyak meriwayatkan hadits.

Abdul Malik bin Marwan mengungkapkan cita-citanya. Ia menyatakan keinginannya untuk menjadi khalifah. Dan anakku, Abdul Malik bin Marwan kemudian menjadi khalifah di masa Daulah Umawiyah yang dikenal sebagai khalifah yang memiliki ilmu yang luas dan taat beribadah.

Terakhir, Abdullah bin Umar menegaskan cita-citanya. Tahukah anakku, apa cita-cita Abdullah bin Umar? Cita-citanya adalah, surga!

Anakku sayang, ambillah hikmah terbaik dari kisah itu. Apa yang menjadi cita-cita mereka? Cita-cita yang tinggi dan besar. Apakah engkau mengetahui, bagaimana mereka bisa mencapai cita-cita itu? Mereka mencapainya dengan perjuangan dan pengorbanan yang sungguh-sungguh diiringi dengan mental yang luar biasa. Bukan dicapai dengan menumbuhkan keminderan, kekalahan bahkan keputusasaan. Kekuatan tekad yang mereka miliki disertai dengan kerja keras juga doa kepada Allah SWT membuat mereka mampu mencapai apa yang mereka inginkan.

Perhatikan apa yang sejarah tulis mengenai perjuangan Umar bin Abdul Aziz. Kala diangkat menjadi pemimpin, ia tanggalkan kemewahan-kemewahan yang pernah dinikmatinya. Ia ganti kemewahan itu dengan segenap kesederhanaan. Ia bahkan meminta keluarganya untuk turut serta hidup dalam kesederhanaan itu. Yunus bin Syuaib bahkan berkata, "Sebelum menjadi khalifah, tali celananya masuk ke dalam perutnya yang besar. Namun, ketika dia menjadi khalifah, dia sangat kurus. Bahkan jika saya menghitung jumlah tulang rusuknya tanpa menyentuhnya, pasti saya bisa menghitungnya." Bukan hanya itu, Umar bin Abdul Aziz juga dikenal sebagai pemimpin yang menolak suap dalam bentuk apapun. Subhanallah.. Allah SWT memperkenankan Umar bin Abdul Aziz memperoleh keinginannya untuk menjadi khalifah dan Umar menjalankannya dengan penuh kesungguhan, perjuangan dan pengorbanan untuk menngapai cita-cita yang lain, surga!

Karena itu, anakku, bercita-citalah! Pancangkan cita-citamu setinggi mungkin. Iringi ia dengan kesungguhan, perjuangan dan pengorbanan untuk menngapainya. Semoga Allah SWT merahmatimu dengan memperkenankan cita-cita itu terwujud.

Bercita-citalah! Bukan hanya untuk duniamu, tapi juga untuk akheratmu. Rasulullah bersabda, "Dan jika kalian meminta kepada Allah, maka mintalah surga firdaus, sebab dia adalah surga yang paling tinggi." Anakku, tahukah engkau apa cita-cita seorang Rabiah bin Kaab? Cita-citanya adalah, menemani Rasulullah di surga!

-satu episode dalam Menikmati Peran Ibu-
Kisah inspirasi ini ditulis oleh Cahaya Afiati dalam situs eramuslim.com

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Secukupnya Tapi Mendalam..

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Secukupnya Tapi Mendalam..

Judul di atas adalah sikap Rasulullah ketika terjadi peristiwa yang ibarat danau, airnya telah dibuat beriak oleh satu peristiwa yang terjadi. Para sahabat di sekeliling beliau, siap memberikan respon dan reaksi, tapi respon dan reaksi yang paling baik datang dari Rasulullah. Tidak kurang, tidak lebih, secukupnya tapi mendalam, kena.

Satu hari, di Masjid Nabi, Rasulullah dan para sahabatnya sedang berkumpul dalam halaqah, majelis ilmu, membahas sesuatu. Masjid Nabi, lantainya masih pasir, tak ada ubin, apalagi sajadah. Dan mereka duduk, shalat, ruku’ dan sujud di atasnya.

Ketika kelompok manusia terbaik ini berkumpul dan mempelajari ilmu dan perintah Allah, tiba-tiba datang seorang lelaki Badui, lelaki desa nan udik ke dalam Masjid Nabi. Kita semua mengetahui kisahnya. Sebagian besar kaum Muslimin bahkan telah hapal ujung ceritanya. Tapi mari, sekali lagi kita belajar dari sudut pandang yang sedikit lain.


 Lelaki Badui ini, tak datang untuk bergabung dalam halaqah nan mulia. Lelaki ini terus berjalan, menuju ujung ruangan, di pojok bangunan Masjid Nabi. Di sana, dia tengok kanan dan kiri. Mengangkat kainnya dan berjongkok di ujung ruangan untuk menuntaskan hajatnya. Lelaki Badui ini buang air kecil, buang air kecil!

Para sahabat yang berada di masjid dan sedang berhalaqah, seketika bergejolak. Mereka hendak berdiri, entah dengan niat melakukan apa di hati masing-masing. Para sahabat marah. Dan kemarahan mereka sangat wajah, ini Masjid Nabi, bukan tempat buang hajat. Para sahabat berhamburan, berdiri, segera berjalan menghampiri lelaki Badui yang sedang menuntaskan hajatnya tadi. Di wajah-wajah mereka, para sahabat mulia itu, nampak kemarahan yang siap meledak.

Tapi Rasulullah memanggil dan menenangkan semua sahabat yang sudah siap mengambil aksi. “Jangan, biarkan dia. Jangan menganggunya. Biarkan dia menyelesaikan kencingnya,” ujar Rasulullah saw.

Setelah lelaki Badui ini menyelesaikan urusannya, Rasulullah memanggilnya dengan nada lembut. Padahal, para sahabat, semuanya, sudah berada pada titik didih. Lelaki Badui ini datang dan berjalan pelan menghampiri  Rasulullah. Beliau menangkap atmosfer kemarahan yang mengepungnya. Tapi hanya Rasulullah yang ditujunya.

Dengan halus, ketika lelaki Badui ini berada di depan beliau, Rasulullah berkata, “Sesungguhnya, masjid ini dibangun bukan untuk itu (maksudnya untuk buang hajat). Masjid ini dibangun untuk shalat dan membaca al Qur’an.”

Hanya itu, tidak kurang, tidak berlebihan. Singkat, tapi tepat sasaran.

Lelaki Badui ini paham, dan lalu pergi meninggalkan Masjid Nabi. Tak lama waktu shalat tiba, dan Rasulullah memimpin para sahabat untuk menunaikan shalat. Dan yang menarik, lelaki Badui ini bergabung bersama untuk shalat jamaah. Dan Rasulullah pun memimpin shalat.

kisah inspirasi islami
Seperti biasa, Rasulullah melakukan shalat. Sampai ketika bangkit ruku’, Rasulullah mengucapkan , “Sami’Allahu liman Hamidah.” Allah mendengar orang yang memuji-Nya.

Para sahabat kemudian menjawab dengan ucapan, “Rabbana walakal Hamdu.” Tuhan kami, segala puji hanya untuk-Mu.

Di luar dugaan, lelaki Badui, ya betul, lelaki Badui yang tadi, menambahkan doanya lebih panjang dari para sahabat.  “Rabbana walakal Hamdu. Allahumarhamni wa Muhammadan, wala Tarham ma’ana ahadan.”  Tuhan kami, segala puji hanya untuk-Mu. Ya Allah, sayangilah aku dan Muhammad. Dan jangan sayangi orang-orang selain kami berdua.

Doa ini dibaca dengan lantang, sampai-sampai Rasulullah mendengarnya. Dan tentu saja, para sahabat yang ada juga mendengarnya. Memang lelaki Badui ini, yang seringkali disebut tidak berpendidikan dan memilik karakter unik, telah menyalahi rukun dari bacaan shalat. Tapi pelajarannya yang seringkali kita tidak perhatikan adalah, lihatlah isi doanya. Doa yang mencerminkan, bahwa Rasulullah telah menguasai hatinya. Doa yang memperlihatkan, bahwa dia juga menolak, sekurang-kurangnya tak mau dengan para sahabat yang ada.

Lelaki Badui ini, yang mohon maaf, sekali lagi kelompok ini sering  disebut sebagai kelompok masyarakat yang tidak berpendidikan, telah menempatkan Rasulullah di tempat yang sangat berpengaruh dalam hidupnya, dalam pikirannya, dalam doanya, dalam permintaannya kepada Allah. Sehingga dia berharap hanya Rasulullah dan dirinya saja yang dirahmati Allah. Dan tentu saja, ketika seseorang menempati posisi yang istimewa, maka istimewa pula letak nasihatnya.

Selepas shalat, Rasulullah berbalik badan. Lalu beliau memanggil lelaki Badui ini dan berkata singkat, “Engkau telah membatasi sesuatu yang sangat luas.” Ya, singkat, sesuai dengan kebutuhan bagi seorang lelaki Badui yang tentu saja tingkat pemahamannya tidak sama dengan sahabat-sahabat utama seperti Abubakar, Umar bin Khattab atau sahabat yang lain.

ditulis oleh ust. Herry Nurdi

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Kisah Umar Terhadap Prihatinnya Rakyat Miskin

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Pelajaran mana yang lebih baik daripada sebuah keteladanan? Terlebih dalam kondisi ketika banyak pemimpin negeri kita yang tak amanah. Namun tak selayaknya kita berputus asa, justru kita wajib berdoa. Semoga Allah kan hadirkan sosok pemimpin teladan seperti sejarah merekam Umar bin Khattab dan kepemimpinan beliau dalam kisah inspirasi berikut...
***
Krisis itu masih melanda Madinah. Korban sudah banyak berjatuhan. Jumlah orang-orang miskin terus bertambah. Khalifah Umar Bin Khatab yang merasa paling bertanggung jawab terhadap musibah itu, memerintahkan menyembelih hewan ternak untuk dibagi-bagikan pada penduduk.

Ketika tiba waktu makan, para petugas memilihkan untuk Umar bagian yang menjadi kegemarannya: punuk dan hati unta. Ini merupakan kegemaran Umar sebelum masuk islam. “Dari mana ini?” Tanya Umar.

“Dari hewan yang baru disembelih hari ini,” jawab mereka.

“Tidak! Tidak!” kata Umar seraya menjauhkan hidangan lezat itu dari hadapannya. “Saya akan menjadi pemimpin paling buruk seandainya saya memakan daging lezat ini dan meninggalkan tulang-tulangnya untuk rakyat.”

Kemudian Umar menuruh salah seorang sahabatnya,” Angkatlah makanan ini, dan ambilkan saya roti dan minyak biasa!” Beberapa saat kemudian, Umar menyantap yang dimintanya.

Kisah yang dipaparkan Khalid Muhammad Khalid dalam bukunya ar-Rijal Haular Rasul itu menggambarkan betapa besar perhatian Umar terhadap rakyatnya. Peristiwa seperti itu bukan hanya terjadi sekali saja. Kisah tentang pertemuan Umar dengan seorang ibu bersama anaknya yang sedang menangis kelaparan, begitu akrab di telinga kita. Ditengah nyenyaknya orang tidur. Ia berkeliling dan masuk sudut-sudut kota Madinah. Ketika bertemu seorang ibu dan anaknya yang sedang kelaparan, Umar sendiri yang pergi mengambil makanan. Ia sendiri juga yang memanggulnya, mengaduknya, memasaknya dan menghidangkannya untuk anak-anak itu.

Keltika kelaparan mencapai puncaknya Umar pernah disuguhi remukan roti yang dicampur samin. Umar memanggil seorang badui dan mengajaknya makan bersama. Umar tidak menyuapkan makanan ke mulutnya sebelum badui itu melakukannya terlebih dahulu. Orang badui sepertinya sangat menikmati makanan itu. “Agaknya Anda tidak pernah merasakan lemak?” Tanya Umar.

“Benar,” kata badui itu. “Saya tidak pernah makan dengan samin atau minyak zaitun. Saya juga sudah lama tidak menyaksikan orang-orang memakannya sampai sekarang,” tambahnya.


 Mendengar kata-kata sang badui, Umar bersumpah tidak akan makan lemak sampai semua orang hidup seperti biasa. Ucapannya benar-benar dibuktikan. Kata-katanya diabadikan sampai saat itu, “Kalau rakyatku kelaparan, aku ingin orang pertama yang merasakannya. Kalau rakyatku kekenayangan, aku ingin orang terakhir yang menikmatinya.”

Padahal saat itu Umar bisa saja menggunakan fasilitas Negara. Kekayaan Irak dan Syam sudah berada ditangan kaum Muslimin. Tapi tidak. Umar lebih memilih makan bersama rakyatnya.

Pada kesempatan lain, Umar menerima hadiah makanan lezat dari Gubernur Azerbeijan, Utbah bin Farqad. Namun begitu mengetahui makanan itu biasanya disajikan untuk kalangan elit, Umar segera mengembalikannya. Kepada utusan yang mengantarkannya Umar berpesan, “Kenyangkanlah lebih dulu rakyat dengan makanan yang biasa Anda makan.”

Sikap seperti itu tak hanya dimiliki Umar bin Khattab. Ketika mendengar dari Aisyah bahwa Madinah tengah dilanda kelaparan. Abdurrahman bin Auf yang baru pulang dari berniaga segera membagikan hartanya pada masyarakat yang sedang menderita. Semua hartanya dibagikan.

Ironisnya, sikap ini justru amat jauh dari para pejabat sekarang. Penderitaan demi penderitaan yang terus melanda bangsa ini, tak meyadarkan mereka. Naiknya harga kebutuhan pokok sebelum harga BBM naik dan meningkatnya jumlah orang-orang miskin, tak menggugah hati mereka. Bahkan, perilaku boros mereka kian marak.

Anggota Dewan yang ditunjuk rakyat sebagai wakil, justru banyak yang berleha-leha. Santai dan mencari aman. Pada saat yang sama, para pejabat yang juga dipilih langsung, tak pernah memikirkan rakyat. Yang ada dalam benak mereka , bagaimana bisa aman selama lima tahun ke depan.

Mereka yang dulu vocal mengkritik para pejabat korup dan zalim, justru kini diam. Ia takut kalau kursi yang saat ini didudukinya lepas. Sungguh jauh beda dengan Abu Dzar al-Ghifari, seorang sahabat Rasulullah saw. Ketika suatu saat dia cukup pedas mengkritik para pejabat di Madinah, Ustman bn Affan memindahkannya ke Syam agar tak muncul konflik. Namun, ditempat inipun ia melakukan kritik tajam pada Muawiyah bin Abu Sufyan agar menyantuni fakir miskin.

Muawiyah pernah mengujinya dengan mengirimkan uang. Namun ketika esok harinya uang itu ingin diambilnya kembali, ternyata Abu Dzar telah membagikannya pada fakir miskin.

Sesungguhnya, negeri kita ini tidak miskin. Negari kita kaya. Bahkan teramat kaya. Tapi karena tidak dikelola dengan baik, kita menjadi miskin. Negeri kita kaya, tapi karena kekayaan itu hanya berada pada orang-orang tertentu saja, rakyat menjadi miskin. Kekayaan dimonopoli oleh para pejabat, anggota parlemen dan para pengusaha tamak.

Di tengah suara rintihan para pengemis dan orang-orang terlantar, kita menyaksikan para pejabat dan orang-orang berduit dengan ayik melancong ke berbagai negari. Mereka seolah tanpa dosa menghambur-hamburkan uang dengan membeli barang serba mewah.

Ditengah gubuk-gubuk reot penuh tambalan kardus bekas, kita menyaksikan gedung-gedung menjulang langit. Diantara maraknya tengadah tangan-tangan pengemis, mobil-mobil mewah dengan santainya berseleweran. Pemandangan kontras yang selalu memenuhi hari-hari kita.

Dimasa Umar bin Abdul azis, umat islam pernah mengalami kejayaan. Kala itu sulit mencari mustahiq (penerima) zakat. Mereka merasa sudah mampu, bahkan harus mengeluarkan zakat. Mereka tidak terlalu kaya. Tapi, kekayaan dimasa itu tidak berkumpul pada orang-orang tertentu saja.

Disinilah peran zakat, infak dan shadaqah. Tak hanya untuk ‘membersihkan’ harta si kaya, tapi juga menuntaskan kemiskinan.

Jika ini tidak kita lakukan, kita belum menjadi mukmin sejati. Sebab, seorang Mukmin tentu takkan membiarkan tetanggana kelaparan. Rasulullah saw bersabda, “Tidak beriman seseorang yang dirinya kenyang, sementara tetangganya kelaparan.” (HR. Muslim)

(Majalah Sabili no 7 Th XIII Judul Asli : "Prihatin pada Rakyat Miskin")

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Tukang Bakso

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.

Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,...terdengar suara tek...tekk.. .tek...suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat..., ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau bakso ?

"Mauuuuuuuuu. ...", secara serempak dan kompak anak - anak asuhku menjawab.

Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. ...

Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.


"Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Emang pisahkan? Barangkali ada tujuan ?" "Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita – cita penyempurnaan iman ".

"Maksudnya.. ...?", saya melanjutkan bertanya.

"Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :

1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Emang dan keluarga.

2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.

3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.

Hatiku sangat...... .....sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.

Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : "Iya memang bagus...,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya....".

Ia menjawab, " Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.

Definisi "mampu" adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, "mampu", maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita".

"Masya Allah..., sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso".

diposkan oleh syaskastupnya di kaskus

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Puerto del Suspiro del Moro

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Ada sebuah tempat di Spanyol yang diberi nama seperti judul tulisan ini, Puerto del Suspiro del Moro. Di telinga kalimat di atas terdengar indah mendayu, namun sesungguhnya, kisah yang terkandung dalam kalimat ini sungguh pilu. Puerto del Suspiro del Moro berarti Napas Terakhir Orang Moor atau terjemahan populernya berbunyi Tarikan Napas Terakhir Seorang Muslim.

Puerto del Suspiro del Moro adalah nama sebuah tempat. Tepatnya sebuah gunung. Tempat ketika rombongan Sultan Muhammad XII, khilafah terakhir kesultanan Granada berhenti dan melayangkan pandangan sedih ke arah Istana Alambra yang terpaksa ditinggalkannya karena Ratu Isabella dan Raja Ferdinand mengusir mereka. The last Sultan itu dipaksa mengangkat kakinya.

Sultan Abu Abdillah Muhammad, atau yang bergelar Sultan Muhammad XII berhenti, matanya menerawang, dari pelupuknya menetes air mata penyesalan. Selama 800 tahun Islam memerintah dan melayani Granada, kini dia menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kehancurannya. Ketika menangis di pucuk bukit, sang ibu menegurnya, “Kini kau menangis seperti perempuan. Padahal kau tak pernah memberikan perlawanan seperti seorang laki-laki.”

kisah-kisah inspirasi terbaik
Kemudian rombongan ini menuju Maroko, tempat pembuangan keluarga Sultan. Karena itu, tempat rombongan ini terdiam, berdiri dan menatap untuk terakhir kalinya Istana Alhambra disebut Puerto del Suspiro del Moro yang berarti Tarikan Napas Terakhir Orang Muslim. Kisah ini pernah ditulis oleh Salman Rushdie dalam novelnya berjudul The Moors Last Sigh. Dan tentu saja, Salman Rushdie menulisnya dengan perspektif dan sudut pandangnya sendiri.

Air mata itu bermula dengan kisah kecil kerjasama yang pernah terjalin antara Sultan Muhammad XII dengan Ratu Isabella dan juga Raja Ferdinand. Jauh sebelum singgasana itu goyah, jauh sebelum pengkhianatan itu tiba, mereka memiliki hubungan yang entah bisa disebut apa.

Puncaknya, 2 Januari 1492, Granada harus diserahkan oleh Sultan Muhammad XII kepada Ratu Isabella dan Raja Ferdinand yang telah menang setelah mengadu domba dua bersaudara. El Chico, begitu orang-orang Spanyol menyebut Sultan Muhammad XII, artinya yang kecil. Beberapa di antaranya, bahkan memberi gelar el zogoybi yang berarti dia yang kurang beruntung. Sebutan-sebutan itu adalah gambaran kecil untuk membangun kecemburuan sang sultan terhadap saudaranya, yang ternyata dipilih oleh sang ayah untuk menggantikan dan menduduki tahta.

Kekuasaan selalu menyimpan seribu misteri dan segala konspirasi. Tak ada yang lurus dan lempang di dalam bahasa politik. Lain yang disebut, lain pula yang direncanakan. Lain yang direncanakan, beda pula yang dijelaskan. Ratu Isabella dan Raja Ferdinand yang awalnya seolah berpihak dan akan membantu Sultan Muhammad II untuk meraih tahta, kini berbalik arah menggulingkannya. Dan segalanya, berawal dari rasa kepemilikaan atas sebuah klaim kekuasaan.

Dan ketika kesadaran itu datang, kejadian-kejadian sudah terlalu liar untuk dikendalikan. Pengkhianatan Isabella dan Ferdinand sudah terlalu dalam untuk dicarikan penawar, apalagi dikalahkan. Betapapun gigihnya pasukan pasukan Kesultanan Andalusia melakukan perlawanan, kekuasaan Islam yang sudah bertapak lebih dari 800 tahun berakhir dengan mengenaskan.

Pada 2 Januari 1492, pasukan dari dua kerajaan Iberia Kuno, Aragon dan Castille berhasil merebut dan mengalahkan kota-kota Islam di Spanyol, termasuk Granada.Pemimpin dua kerajaan tersebut, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella bersatu dalam sebuah pernikahan yang membuat keduanya diberi julukan The Catholic Kings. Hari itu bendera dan panji-panji Kristen dikibarkan di seluruh tembok kota Granada.Gema lonceng terdengar di seluruh penjuru kota, pasukan Kristen merayakan kemenangan besarnya.

The Catholic Kings mengeluarkan perintah dan memberikan pilihan kepada umat Islam dan Yahudi di wilayah taklukkan untuk masuk Kristen atau diusir. Faktanya, banyak sekali yang masuk dan memeluk Katholik, karena takut dibunuh. Dan yang selamat melahiran diri keluar dari Andalusia. Sejak saat itu, Eropa menjadi daerah bebas Muslim sampai beberapa abad kemudian. Dan ini adalah sisi gelap dari peradaban Barat Kristen yang sangat biadab.


 Pada tahun yang sama, 31 Maret, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella mengeluarkan Edict of Expulsion atau perintah pengusiran bagi warga Yahudi.Warga Yahudi diberi dua pilihan, dibaptis menjadi Kristen atau diusir keluar dari Andalusia. Negeri ini, selama berpuluh tahun telah menjadi surga dunia untuk warga Yahudi. Karena di bawah pemerintahan Islam, hidup mereka terjamin dan peradaban mereka berkembang, mereka dilindungi dan diberi kesempatan untuk menjalankan apa yang mereka yakini oleh pemerintahan Muslim Andalusia. Setelah keluarnya Edict of Expulsion, ada banyak Yahudi yang masuk Kristen dengan cara terpaksa. Sebanyak 80.000 orang Yahudi melarikan diri ke Portugal dan 50.000 lagi mencari suaka di wilayah baru Islam, Khalifah Utsmani di Turki.

Di Turki, mereka disambut dengan baik dan mendapat perlindungan dari pemerintahan Muslim. Tapi di Andalusia, mereka diburu untuk dibunuh.

Untuk menggambarkan betapa beratnya pembantaian yang dialami kaum Yahudi saat itu, ada angka yang bisa ditelusuri. Pada tahun 1483 saja, di wilayah ini menurut laporan Komandan Inkusisi Spanyol, Fray Thomas de Torquemada, telah terbunuh sebanyak 13.000 kaum Yahudi di Spanyol. Setelah itu selama puluhan tahun, Yahudi dikejar-kejar dengan rasa penuh ketakutan. Puncak dari masa kegelapan itu jatuh pada tahun 1492, saat The Chatolic Kings memberikan pilihan sulit untuk kaum Yahudi. Dibaptis paksa atau pergi meninggalkan Eropa. Pilihan terakhirlah yang diambil, hanya dalam hitungan bulan saja, sejak April hingga Agustus 1492, sebanyak 150.000 warga Yahudi yang meninggalkan Spanyol. Dan salah satu tujuan utama mereka adalah wilayah Khilafah Utsmani yang bersedia memberikan perlindungan

Tapi yang menarik adalah, semua peristiwa pembantaian yang menimpa umat Islam dan kaum Yahudi akibat kebijakan-kebijakan yang muncul setelah dua pemimpin Katholik, Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Pernikahan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella sebetulnya dirancang dan diatur oleh seorang Yahudi bernama Abraham Senior dari Segovia.

Abraham Senior sangat berpengaruh dalam seluruh kebijakan Ratu Isabella. Karena keberhasilan yang ia dapat atas nasihat dan saran politik dari Abraham Senior, sebagai rasa terima kasih Ratu Isabella memberikan jabatan Kepala Penarikan Pajak kepada Abraham Senior. Bahkan kerajaan atas keputusan Ratu Isabella menganugerahkan gelar Rabbi de la Corte atau Rabbi Kerajaan.

***

Dulu, ketika menyeberang Selat Gibraltar, pasukan yang dipimpin Tariq bin Ziyad masuk dengan gagah berani dan kepala yang tegak menantang. Di bakarnya kapal-kapal agar pasukan tak memikirkan cara untuk pulang. Kalah bukan pilihan. Maju terus dan meraih kemenangan.

Tariq bin Ziyad masuk ke wilayah ini dengan membawa tentara sebesar 7.000 pasukan. Sebagian besar pasukan ini adalah bangsa Barbar, sangat sedikit pasukan keturunan Arab, kurang lebih ada 300 orang dan ada sekitar 700 Muslim kulit hitam yang bergabung dari benua Afrika. Ketika mendarat di negeri Andalusia, Tariq bin Ziyad memerintahkan pasukannya untuk membakar dan memusnahkan kapal mereka. Hal ini menunjukkan tekad Tariq yang tak akan kembali ke negeri asal. Baginya tidak ada pilihan, kecuali menang.

Bulan Rajab tahun 92 H atau 30 April 711 M, pasukan Muslimin berangkat dari Ceuta. Mereka mendarat di gunung batu bernama, Mount Calpe. Tempat ini kelak lebih dikenal dengan sebutan Jabal al-Fatah oleh kaum Muslimin yang berarti gunung kemenangan. Tapi secara internasional, gunung ini dikenal sebagai Jabal Tariq atau lebih disebut dengan Gibraltar. Kemudian, pasukan diberangkatkan ke Andalusia.

Saat berada di atas kapal dalam perjalanan antara Ceuta dan Gibraltar, Tariq tertidur. Di dalam tidurnya itu ia bermimpi melihat Rasulullah Saw beserta para Sahabat Muhajirin dan Anshar. Mereka semua memegang pedang dan menyandang busur panah. Ia mendengar Nabi Saw berkata kepadanya, ”Kuatkan dirimu wahai Tariq! Tuntaskan apa yang menjadi misimu sekarang ini.” Kemudian ia melihat Rasulullah saw dan para sahabatnya pergi memasuki Andalusia.

Kota yang ditaklukkan pertama kali adalah Cartagena. Setelah itu, kota-kota lain segera menyusul dengan kekalahan bangsa Visigoth. Dan inilah cikal bakal peradaban Islam di Eropa yang kelak sangat mewarnai kebangkitan beradaban Barat. Kelak peradaban Islam yang diretas oleh Tariq bin Ziyad ini melahirkan orang-orang seperti Ibnu Rushd atau yang dikenal Barat dengan nama Averoes (1126-1198). Filsuf yang sangat mempengaruhi perkembangan pemikiran dunia Barat. Juga lahir tokoh seperti Az Zahrawi yang lahir di Cordoba dan ia sangat dikenal sebagai manusia pertama yang memperkenalkan teknik operasi bedah. Ensiklopedi tentang teknik pembedahan menjadi rujukan dunia kedokteran di Barat. Ada pula Az Zarkalli, astronom Muslim yang memperkenalkan pengetahuan astrolobe, sebuah instrumen yang digunakan untuk mengukur jarak sebuah bintang dari horizon bumi yang dijadikan navigasi dalam transportasi laut.

Bahkan, Ajip Rosidi, sastrawan Indonesia dalam kata pengantarnya pada buku M. Natsir Kebudayaan Islam dalam Perspektif Sejarah dengan jernih mengatakan, “Peradaban Yunani pun mungkin akan tenggelam kalau saja tidak diselamatkan melalui penerjemahan ke dalam bahasa Arab oleh sarjana-sarjana Islam di bawah para khalifah yang sangat mendorong kemajuan ilmu,  karena pada dasarnya Islam memang tidak menghalangi kemajuan ilmu, melainkan mendorongnya tanpa batas. Bahkan juga para sarjana Barat mendapat kesempatan yang sama dalam istana-istana para khalifah di Baghdad dalam usaha memperkembangkan ilmunya dengan para sarjana Islam sendiri.”

Barat, Eropa khususnya, tanpa sentuhan peradaban Islam, mungkin akan lain ceritanya dan tidak seperti sekarang. Sejarawan Barat, Charles Singer dalam bukunya Short History of Medicine memberikan gambaran betapa dunia kedokteran di Barat pada abad pertengahan sangat kacau dan terbelakang.

“Anatomy and physiology perished. Prognosis was reduced to an absurd rule of thumb. Botany became a drug list. Superstitius practices crept in, and Medicine deteriorated into collection of formulae, punctuated by incantations. The scientific stream, which is its lifeblood, was dried up at its source.” (Ilmu anatomi dan fisiologi (di Barat) telah hancur. Diagnosa satu penyakit ditentukan dengan bermacam-macam cara dan terkaan dengan melihat jempol. Ilmu tumbuh-tumbuhan hanya tinggal kerangka. Praktik tahayul telah menyelinap dimana-mana. Derajat ilmu kedokteran telah turun, dan menjadi hanya seperti kumpulan mantera, juga sihir. Ilmu pengetahuan yang menjadi darah dan nyawa (bagi ilmu kedokteran) telah kering dari sumbernya.)

M. Natsir dalam makalahnya yang berjudul Eropa dalam Abad Pertengahan. Pada periode tertentu, Barat adalah peradaban yang dibangun dengan cara menerjemah ilmu-ilmu yang telah diabadikan oleh ulama dan ilmuwan Islam dari berbagai sumber. M. Natsir menyebutnya sebagai Zaman Terjemahan:

“Sebagaimana Baghdad dalam abad ke-8 M, begitu pula Toledo pada abad ke-12 M. Sebagaimana dulu Khalifah al Ma’mun mendirikan satu Baitul Hikmah, sebuah badan ulama-ulama (dewan ulama) dengan al Hujaj bin Mathar, Ibnu Bathriq dan lain-lain, untuk menterjemahkan segala maca ilmu dari Persia, India, Suria dan Yunani ke dalam bahasa Arab. Begitu pula Arcibishop Raymond menanam satu badan penyalin di bawah badan Artsdeken Dominicus Gundisalvus, untuk menerjemahkan bermacam-macam ilmu yang telah dikumpulkan oleh pujangga-pujangga Muslimin dari bahasa Arab ke bahasa Latin.

Dahulu, Hunain ibnu Ishaq yang mengumpulkan dan menyalin ilmu-ilmu falsafah, hisab dan ilmu alam ke bahasa Arab, maka sekarang Gerard van Cremona yang mengumpulkan pusaka Hunain, dan menyalin hampir semua ke bahasa Latin.

Pun dari kalangan Yunani banyak ulama-ulama yang cakap berbahasa Arab dan Latin, sangat berjasa dalam zaman terjemah ini. Salah satu dari mereka adalah Faraj ibnu Salim (atau Ferragut van Girgenti) yang telah menerjemahkan buku al Hawi dari Abu Bakar Razi dengan nama Liber Continens. Pekerjaan ini ialah memakan waktu tak kurang dari seperdua dari umur manusia yang biasa. Gerard van Cremona (1114) berjumpa di Toledo buku Ptolomeus yang bernama al Magest dalam bahasa Arab terjemahan dari Yahya bin Khalid al Barmaki. Itulah yang diterjemahkan ke bahasa Latin (tahun 1173) dan menjadi pokok dari terjemahan-terjemahan ke bahasa-bahasa di Eropa Barat.

Buku-buku ilmu kedokteran Yunani dari Hipocrates dan Galen diterjemahkan Gerard van Cremona dari terjemahan Hunain bin Ishaq. Selainnya dari itu kitab-kitab dari al Kindi, Ibn Sina, al Farabi, Abu Qais dan lain-lain. Setelah Gerard van Cremona meninggal dunia dalam tahun 1187 M, tidak kurang dari 70-80 buku yang telah diterjemahkannya dari bahara Arab ke bahasa Latin sehingga (ia) mendapat gelaran Fathers of Arabism di Eropa.

***

Tapi setelah 800 tahun Islam berkuasa di Andalusia, Sultan Muhammad XII harus menyeberangi Selat Gibraltar dengan kepala tertunduk dan dada yang ditikam-tikam kesedihan.

Kerajaan menjadi neraka sebelum neraka yang sesungguhnya. Saling berebut tahta menjadi agenda paling besar para pembesar. Dan hal ini dimanfaatkan dengan cerdik oleh musuh-musuh yang menghendaki khilafah Islam Andalusia bubar. Dan ketika pasukan Isabella dan Ferdinand datang menyerang, mengepung selama tujuh bulan, pembunuhan besar-besaran dilakukan, perlawanan hebat juga telah diberikan, tapi apa mau dikata, tubuh kepemimpinan umat sudah rapuh akibat saling seteru.

Dan ketika Islam dan kaum Muslimin dikalahkan, yang menjadi korban tak hanya manusia, tapi seluruh sisi peradaban. Seorang Kardinal memerintahkan pasukannya Spanyol mengumpulkan seluruh buku-buku tentang Islam dan semua yang berbau Arab untuk dibakar. Tidak saja yang terdapat dalam perpustakaan resmi milik pemerintahan, tapi juga milik pribadi yang tersebar di rumah-rumah. Jumlahnya diperkirakan lebih dari satu juta. Dikumpulkan di tengah lapangan kota Granada dan dimusnahkan dengan cara dibakar dengan diiringi upacara agama. Memusnahkan ilmu pengetahuan Islam, seperti menjadi bagian dari amal ibadah.

Seorang penyair Spanyol menuliskan puisi tentang detik-detik terakhir kepergian Sultan menuju tanah pengasingan:

tuvieron que abandonar muy a su pesar
los fastuosos salones y majestuosos jardines
de los palacios de la Alhambra
donde tanto goce terrenal habían disfrutado
durante varias bienaventuradas generaciones

raja harus pergi
meninggalkan dengan enggan
aula istana Alhambra yang megah dan taman-taman yang indah
di mana kenikmatan duniawi
telah diberkati berbilang generasi

Los débiles rayos del crepúsculo,
procedentes del sol poniente
tras el horizonte que forman las colinas de Loja
apenas permitían discernir
detalles del paraíso perdido

samar-sama senja sirna
dan matahari terbenam jua
cakrawala membentuk perbukitan Loja
raja hanya boleh menyaksikan
rincian surga yang mulai menghilang

Entah berapa kali sejarah sudah berulang dan mengajarkan tentang candu kekuasaan dan bahaya keserakahan. Jika keduanya bertemu dan bersatu, keburukan besar tak hanya akan menimpa individu. Tapi gelombang panjang kerusakan, akan terjadi menimpa semua lini kehidupan. Mudah-mudahan kita mampu belajar dan tak mengulang sejarah keburukan.

Kisah inspirasi ini ditulis oleh Ustadz Herry Nurdi yang ditulis oleh beliau dalam situsnya yang luar biasa, penerang.com
Kisah dan foto diambil dari situs http://penerang.com/2010/12/14/puerto-del-suspiro-del-moro-revisi/


*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Perang Mut'ah

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Perang Mu’tah, adalah perang yang secara rasio tak akan membuat manusia optimis apalagi yakin dengan kemenangan yang dijanjikan. Bayangkan saya, jumlah pasukan Romawi yang berkumpul pada hari itu lebih dari 200.000 tentara, lengkap dengan baju perang yang gagah, panji-panji dari kain sutra, senjata-senjata yang perkasa, lalu dengan kuda-kuda yang juga siap dipacu.

Abu Hurairah bersaksi atas perang ini. ”Aku menyaksikan Perang Mu’tah. Ketika kami berdekatan dengan orang-orang musyrik. Kami melihat pemandangan yang tiada bandingnya. Jumlah pasukan dan senjatanya, kuda dan kain sutra, juga emas. Sehingga mataku terasa silau,” ujar Abu Hurairah.

kisah-kisah inspirasi terbaik
Sebelum melihatnya, pasukan para sahabat yang hanya berjumlah 3.000 orang-orang beriman, sudah mendengar kabar tentang besarnya pasukan lawan. Sampai-sampai mereka mengajukan berbagai pendapat, untuk memikirkan jalan keluar. Ada yang berpendapat agar pasukan Islam mengirimkan surat kepada Rasulullah saw, mengabarkan jumlah musuh yang dihadapi dan berharap kiriman bala bantuan lagi. Banyak sekali usulan yang mengemuka, sampai kemudian Abdullah ibnu Rawahah yang diangkap sebagai panglima pertama berkata di depan pasukan.

”Demi Allah, apa yang kalian takutkan? Sesungguhnya apa yang kalian takutkan adalah alasan kalian keluar dari pintu rumah, yakni gugur sebagai syahid di jalan Allah. Kita memerangi mereka bukan karena jumlahnya, bukan karena kekuatannya. Majulah ke medan perang, karena hanya ada dua kemungkinan yang sama baiknya, menang atau syahid!”

Pidato perang yang singkat, tapi sangat menggetarkan. Seperti yang kita tahu dalam sejarah, sebelum berangkat Rasulullah berpesan pada pasukan. Jika Zaid bin Haritsah terkena musibah, maka panglima akan diserahkan kepada Ja’far bin Abi Thalib. Dan jika Ja’far bin Abi Thalib juga terkena musibah, maka Abdullah ibnu Rawahah yang menggantikannya.


 Mahasuci Allah dengan segala tanda-tanda-Nya. Perkataan Rasulullah benar terbukti, sebagai salah satu tanda-tanda kebesaran Allah. Zaid bin Haritsah syahid dalam peperangan ini. Kemudian panji-panji Rasulullah dipegang oleh Ja’far bin Abi Thalib. Panglima pasukan kaum Muslimin ini menunggangi kuda yang berambut pirang, bertempur dengan gagah. Di tengah-tengah peperangan ia bersenandung riang:

Duhai dekatnya surga

Harum dan dingin minumannya

Orang Romawi telah dekat dengan azabnya

Mereka kafir dan jauh nasabnya

Jika bertemu, aku harus membunuhnya

Dalam situasi perang, sungguh tak banyak pilihan. Menjadi yang terbunuh atau menjadi yang bertahan. Maka tentu saja senandung Ja’far ra berbunyi demikian. Tangan kanan Ja’far terputus karena tebasan pedang ketika mempertahankan panji pasukan. Kini tangan kirinya yang memegang. Tangan kirinya pun terbabat pula oleh tebasan. Sehingga panji-panji Islam dipegangnya dengan lengan atasnya yang tersisa hingga Ja’far ditakdirkan menemui syahidnya.

Ibnu Umar ra bersaksi, ”Aku sempat mengamati tubuh Ja’far yang terbujur pada hari itu. Aku menghitung ada 50 luka tikaman dan sabetan pedang yang semuanya ada dibagian depan dan tak satupun luka berada di bagian belakang.” Semoga Allah membalasnya dengan sayap yang kelak akan membuatnya terbang kemanapun dia suka.

Kini tiba giliran Abdullah ibnu Rawahah tampil ke depan untuk mengambil tanggung jawab, memimpin pasukan dan mengangkat panji-panji Islam. Ada kegundahan dalam hati dan pikirannya, karenanya Ibnu Rawahah memompa sendiri keberanian di dalam hatinya:

Aku bersumpah wahai jiwaku, turunlah!

Kamu harus turun atau kamu akan dipaksa

Bila manusia bersemangat dan bersuara

Mengapa aku melihatmu enggan terhadap surga

Dalam kalimat-kalimat syairnya di tengah laga, tergambar bahwa ada kegalauan dalam jiwa Abdullah ibnu Rawahah. Tentu saja hanya Allah yang Mengetahui. Apalagi dua sahabatnya, telah pergi mendahului. Melihat dua jasad mulia sahabatnya, Abdullah ibnu Rawahah kembali berkata:

Wahai jiwaku

Jika tidak terbunuh kamu juga pasti mati

Ini adalah takdir kan telah kau hadapi

Jika kamu bernasib seperti mereka berdua

Berarti kamu mendapat hidayah

Lalu kemudian, Abdullah ibnu Rawahah juga bertemu dengan syahidnya. Ini memang kisah tentang perang. Tapi sesungguhnya hikmah dan teladan yang ada di dalamnya, bermanfaat dalam semua peristiwa kehidupan. Dalam perang, tak ada sikap yang bisa disembunyikan. Pemberani, ketakutan, risau dan kegalauan, cerdik dan penuh akal, atau orang-orang yang selalu menghindar. Semua terlihat nyata. Tak ada yang bisa disembunyikan!

Takut, risau dan galau, sungguh adalah perasaan wajar yang muncul karena fitrah. Dalam sebuah periode kehidupan, kita seringkali merasakannya. Meski begitu, bukan pula alasan kita menghindar dari sesuatu yang harus kita taklukkan karena rasa takut, risau dan galau yang lebih menang. Kemudian kita mencari-cari alasan dengan menyebutnya dengan dalih strategi dan langkah pintar. Menunduk untuk menanduk, atau yang lainnya.

Gunung-gunung harus didaki, laut dan samudera harus diseberangi, lembah dan ngarai harus dijelajahi. Tantangan hidup harus ditaklukan bukan dihindari. Dan tujuan besar hidup kita sebagai seorang Muslim adalah menegakkan kebenaran dan menyebarkan kebaikan.

Berbuat kebaikan dan mencegah manusia dari kemunkaran, harus dilakukan, betapapun pahitnya balasan yang akan didapatkan. Ketakutan, risau dan galau akan selalu datang. Tapi berkali-kali pula kita harus mampu mengalahkan mereka dan berkata pada diri sendiri. Meniru ulang apa yang dikatakan sahabat Abdullah ibnu Rawahah dengan gagah pada hati dan akalnya, ”Apakah engkau enggan pada nikmat Allah yang Maha Tinggi?!” Wallahu a’lam bi shawab.

Kisah inspirasi ini ditulis oleh ustadz Herry Nurdi dalam situs beliau yang luar biasa di http://www.penerang.com
kisah dan foto diambil dari situs http://penerang.com/2010/10/12/takut-itu-wajar/

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Uang 10ribu

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"

Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"

Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.

kisah inspirasi
Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.
Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.

Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"

 Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!"
Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.

Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya.

Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"

Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!

Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.

Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah."

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu

kisah diambil dari http://myquran.org/forum/index.php/topic,82145.0.html di posting oleh andy swan

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Shalat Subuh

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

Seorang laki-laki bangun pagi-pagi sekali, untuk menunaikan ibadah sholat subuh di masjid kampung yang letaknya kira-kira 1 km dari rumahnya. Dalam perjalananya, dia terjatuh dan bajunya menjadi kotor. Dia bangun, Mencoba membersihkan bajunya lalu pulang kerumahnya. Di rumah dia berganti baju, mengambil air wudhu dan berangkat menuju masjid lagi.

Dalam perjalanannya di tempat yang sama, dia terjatuh lagi. Lagi-lagi dia bangun, mencoba membersihkan bajunya, lalu pulang kerumahnya. Di rumah dia berganti baju, mengambil air wudhu dan berangkat menuju masjid lagi. Kali ini, dalam perjalanan menuju masjid, di pinggir jalan ada seseorang berdiri sambil memegang lampu minyak tanah. Orang itu berkata: “saya lihat kamu sudah dua kali jatuh di tempat ini, karenanya saya bawa lampu agar kamu tidak terjatuh lagi, mari saya antar!”

Setelah mengucapkan terima kasih, mereka berdua bersama-sama menuju masjid. Begitu sampai di masjid, laki-laki itu mengajak orang yang membawa lampu tadi untuk sholat bersama. Orang itu menolak dan tetap menolak meskipun beberapa kali di ajak masuk. Akhirnya laki-laki itu berkata: “mengapa kamu tidak mau masuk ke masjid dan sholat bersama-sama?” orang yang membawa lampu tadi menjawab: “Aku ini setan!” jawaban itu membuat laki-laki tadi terkejut bukan kepalang.


Si setan kemudian meneruskan: “Aku melihatmu pergi ke masjid, di tengah jalan kakimu kukait sehingga kamu jatuh. Ketika kamu pulang, membersihkan dirimu dan pergi lagi ke masjid, Allah SWT mengampuni dosamu. Aku membuatmu jatuh kedua kalinya, namun kamu tetap berangkat kembali ke masjid. Karena itu Allah SWT mengampuni seluruh dosa-dosamu dan orang-orang yang berada di rumahmu. Aku khawatir, kalau kamu kubuat jatuh sekali lagi, Allah SWT akan mengampuni dosa-dosa mu orang sekampungmu. Aku tak mau itu terjadi, Karenanya kau kuantar hingga masjid dalam keadaan selamat…!”

Cerpen Karangan: Tri Ananda Balipa
Facebook: Tri Ananda Balipa

*Semua Post semangat subuh tersimpan di App Anugerah Center =>> Anugerah News!!

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Tentang Kami

Assalamualaikum kak, selamat datang di server Anugerah-Center Media Grosir dan Paket Data. Sebelum kakak memulai transaksi berikut perkenalan singkat dari kami:

1. Pihak Anugerah-Center tidak akan menelpon agen untuk diminta OTP dan apapun namanya yang bersifat "Rahasia". Jika mendapat hadiah pasti akan langsung diberikan langsung tanpa embel embel uang jalan dan administrasi lainnya.

2. Transaksi di jalur 1 Menggunakan Chip sendiri dan sudah termasuk Pajak yang dapat dilihat DISINI beserta pembayarannya yang dapat dilihat DISINI

3. Kenapa transaksi diserver ini pakai jalur jaluran?. Iya Jalur 1 menggunakan chip sendiri, Jalur 2-sekian dioper ke distributor lainnya, Untuk speed transaksi lama atau tidaknya tergantung dari suplier karena data masuk akan langsung diteruskan ke distributor langsung, kecuali server kami yang macet. Yaa intinya oper saja pakai jalur 1 kalo mau cepet, kalau harga "Memang" mahal ya bos, mau murah ada di jalur lainnya. Namun istimenya di kami terdapat menu KHUSUS TELKOMSEL sesuai cluster Lokal dan Dealer di masing masing wilayah.

4. Jika deposit bank transfer sifatnya non tiket akan dikembalikan ke rekening penransfer +3hr dari tanggal masuk. Kenapa?, banyak modus penipuan mengatasnakan rekening kami ujung ujungnya si penipu bilang, "Aduh, Lupa G bikin tiket bos, tolong diinput". Kalau mau uang cash bisa konfirmasi ke toko langsung, kita kembalikan 100%!!. Kejem yaa?, iya daripada kita yang diperkara dan dipenjara.

5. Deposit via indomaret dan alfamart kok sekarang manual?, kita jawab jujur, MEMANG IYA kita mundur 1 langkah. Karena ditempat lain sudah pada rame kecolongan sistem erornya. Jadi intinya cari aman, ruwet g papa, sekali lagi cari aman!!

6. Untuk pulsa kenapa ada tulisannya SN=100% dan SN=80% artinya apa?, oke KLIK DISINI

7. Ada contoh macam penipuan dalam server pulsa?, oke, sudah ada, KLIK DISINI

8. Untuk transaksi Telkomsel yang dirasa muwahal bisa pake Chip Lokal, sudah tau kan kalo Tsel daridulu di kotak kotakin alasannya di cluster. Jadinya kita pisah khusus untuk telkomselnya, untuk validasi 100% ya bosku. MKIOS Sendiri!!, atau lebih dikenal dengan NGRS sendiri!!!!

9. Untuk transaksi malam dari jam 21.00 malam-08.00 pagi disarankan mgnk jalur 1 dikarenakan transaksi autopilot!!. Atau menggunakan Cluster Lokal jika transaksi TELKOMSEL.

10. Untuk komplain ke CS di jam kerja 07.00-21.00 dan mohon dimaklumi jika diluar jam kerja tersebut hpnya pada off, kalo tidak direspon di misscall saja sampai ada balasan, karena terus terang kita mengutamakan pelayanan di depan mata (konsumen di toko) dan hp dipegang lagi. Untuk komplain Voucher harap bersabar yaa om, kita siap kirim bukti gambarnya kok, namun kami butuh waktu paling tidak 10menit sampai 5jam sesuai antrian. OK!!

11.  SEMUA format dan kode transaksi melalui WA/SMS tidak perlu dihafal, cukup 2saja, FORMAT dan HARGA lalu kirim ke nomor center.

Sudah itu saja, untuk pertanyaan lainnya terkait server dapat menghubungi ke 085850202215 dan untuk komplain transaksi bisa ke cs di nomor 085230010999. Selamat bertransaksi Juragann!!!

Apa Itu SN 90% Valid / 80% Valid?

Biasanya dalam transaksi yang dinyatakan SUKSES maka Pulsa akan masuk ke hp pelanggan/tujuan, namun beda halnya jika di kami SN=90% valid, bisa jadi laporan sukses tapi pulsanya tidak. Untuk hal ini silahkan lapor saja ke cs kami jika memang gagal akan kami refund
SN 90% valid = Setiap 100 transaksi ada 90 transaksi yg sukses dan 10 transaksi gagal (saldo refund)
SN 80% valid = Setiap 100 transaksi ada 80 transaksi yg sukses dan 20 transaksi refund atau boleh dikatakan dari 5 transaksi=1 gagal, 4 sukses
Untuk SN yg bukan 100% biasanya karena memang dari sumbernya bukan dari kami. Untuk itu diharapkan lapor saja ke CS.
Contoh komplain:
K.085258852258 tgl 7-06-18 STM
K.tujuan 085258852258 kemarin g masuk yg 10rb jalur 5
NB: STM = Sukses Tak Masuk

Untuk proses komplain diharapkan sabar karena jika respon cs banknya lambat kita juga menunggu laporan dari sana dan tidak bisa memutuskan secara sepihak sukses/gagalnya. Max laporan 1x24jam, dan Maximum komplain gagal 7hr dari transaksi. Lebih dr itu CS banknya yg tidak mau, Bukan dari kaminya!!. Dan ditambah lagi komplain dari resller yang tidak tahu pasti kita dikira nipu dan lain sebagainya, sekali lagi untuk keputusan refund kita tunggu dari suplier kita.

SARAN: 
Untuk Transaksi via bank, jika ingin minta di refund tolong ditunggu sampe lewat 1hr, misal skrg tgl 15, jk komplain hr ini juga dari dealernya di replace SNnya, jadinya transaksi sukses. Untuk pengembalian dana mending lewat 1 hr yaa om, agak curang sih sebenernya pihak sana, tp ya begitulah adanya :D

Minggu, 18 Agustus 2019

Aku Lelah Jadi Ibu

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

YA ALLOH,
AKU LELAH
JADI IBU

Duhai para ibu...

Ada yang pernah merasa seperti itu?

"Ini kerjaan kok ga beres2... "#&*

"Tiap hari kok kaya gini terus...'#&$"

"Butuh libur,
butuh piknik,
butuh me-time,
butuh rehat...

sejenaaak saja..."

"Kalo boleh lari pengen
lari aja deh rasanya..."

"Seandainya ada tombol PAUSE untuk semua ini..."

Pekerjaan rutinitas
seorang Ibu nampak
seakan sia-sia dan berulang.

Begitu terus setiap hari.

Tidak ada habisnya.

Masih ingatkah kisah Siti Hajar?

Ibunda Nabi Ismail 'alayhi salam ini
berlari bolak balik dari Shofa ke Marwah
sampai 7 kali.

Berharap di padang gurun yang gersang itu barangkali ada air untuk bayinya yang sedang haus

Ketemukah airnya?
T I D A K...!!!

Tetapi
lari-larinya
Siti Hajar yang "sia-sia" itu ternyata menjadi asbab
ridhoNya Allah sehingga memancarlah air zamzam yang sampai sekarang tak pernah surut justru dari jejakan kaki bayi Ismail.

Sia-siakah yang dilakukan para Ibu?
T I D A K... !!!

Tidak sama sekali ternyata.

Pekerjaan
ke-IBU-an:
menyusui, memandikan,
ganti popok,
menyuapi,
and so on..
memasak,
menyapu,
mengepel,
mencuci,
and so on
buat yang ga ada ARTI..

Apalagi yg masih harus lembur pekerjaan kantor buat yang bekerja.

Semua tetek bengek itu
seakan terlihat
tidak gemerlap,
tidak keren,
tidak ngeksis... seakan sia2,
ga ada hasil.

Tapi yang berlelah2 itu,
bisa jadi asbab ridho Allah...

Bisa jadi yg mengantarkan ke Jannah...

Aamiin Yaa Alloh
YRA...

Tidak terlihat mulia
dihadapan penduduk bumi
akan tetapi
bisa jadi membahana
di seantero "penduduk langit'.

Bukankah itu yang lebih penting?

Bukankah doa ibunda mustajab, tanpa penghalang ke Alloh?

Maka
setiap pekerjaan keIBUan itu
bisa jadi
dzikrullah & doa:

Yaa Alloh...
Yaa Robb...
Semoga setiap tetes susu yang mengalir ke bayi ini mengalir pula kesholihan..

Yaa Alloh...
Yaa Robb...
Semoga yang memakai baju2 yg kucuci ini selalu menjaga kehormatannya...

Yaa Alloh...
Yaa Robb...
Semoga yang memakan hidangan ini diberiNya kesehatan...

Yaa Alloh...
Yaa Robb...
Semoga setiap suapan nasi ini menjadikannya anak yang kuat...

Maka..
Marilah ...
biarkan
malaikat Raqib
sibuk luar biasa mencatat kebaikan2 yang diupayakan & dikerjakan..

Jangan sampai malaikat Atid bahkan membuka bukunya.

Alloh SWT.
sebaik2nya pemberi balasan.

Wallahu'alam.

Semoga menjadi pengingat dan penyemangat
buat para ibu...

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Masa Depan Berpuisi

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

MASA DEPAN BERPUISI

Jangan kau lompati
Masa depanmu masih ilusi

Jangan paksakan diri
Tuk menembus waktu tak pasti

Ingatlah hanya hari ini
Seutuhnya yang kita miliki

Yang berlalu takkan kembali
Semua lebur bagaikan mimpi

Ingat! Gunakanlah waktu kini yg diberi
Tuk merajut bekal tuk esok hari

Tulislah puisi
Tentang hari dan bahasa pasti

Jangan lebur dalam hayalan tak pasti
karena,,
Masa depan rahsia Ilahi

#Gubuk Usang & Arief Chandra

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*

Sabtu, 17 Agustus 2019

Daftar Property Patungan

Cooming Soon

Kamis, 15 Agustus 2019

Ketika Accessories Mewah Tak Berfungsi

*_Assalamu'alaykum warahmatullaahi wabarakatuh_*

*_Semangat Subuh_*

KETIKA AKSESORI MEWAH TAK BERFUNGSI

Pakaian sudah rapi dan necis, persiapan yang lain dipastikan tak ada yang tertinggal, waktunya saya berangkat menuju lokasi. Tinggal memakai jam tangan saja.

Saat itu pilihan jatuh pada salah satu koleksi Ben Sherman yang saya miliki. Pertimbangannya, karena akan mengisi materi di hadapan para manager dan kepala bagian.

Berarti perlu aksesori yang mahal dan asli. Jam tangan yang diperoleh langsung dari London itulah yang paling pas. Tanpa pikir panjang lagi, selingkar jam mewah langsung melekat di pergelangan tangan saya.

Ketika acara berlangsung, dalam keadaan berada di tengah-tengah orang ramai, baru saya sadari bahwa jam yang saya kenakan mati! Celaka, bisa malu kalau orang lain tahu bahwa saya pakai jam yang tidak berfungsi!

Mungkin saja baterainya habis, atau ada kemungkinan lain, tidaklah penting. Yang jelas saat itu saya merasa harus menyembunyikan jam tangan tersebut sebelum ada orang yang menyadari. Apalah arti barang mewah, kalau tidak berguna.

Saya merasa seolah-olah seperti membawa rongsokan yang ingin sekali saya tutup-tutupi. Sesuatu yang mahal bagaimanapun, kalau tak berperan lagi seperti layaknya, tentu hanya akan mengonggok dan merongsok. Hari itu saya mengalami sendiri.

Pernahkah kita merenungkan, betapa banyaknya barang-barang mahal yang kita bawa setiap hari. Kedua mata, kedua telinga, lisan, dan aneka panca indera. Bukankah semuanya bernilai tinggi? Beranikah kita menjual kedua mata ini seharga satu miliar? Tentu tidak. Berarti harganya memang mahal sekali.

Lalu bagaimana perasaan kita saat barang-barang mewah ini ternyata tidak berguna? Tidakkah kita malu membawa-bawa barang yang tak ada fungsinya? Kedua mata yang sejatinya berperan untuk membaca Al-Quran, serta melihat hal yang baik dan halal, justru tidak dimanfaatkan untuk perkara tersebut.

Itu baru mata. Belum lagi telinga, lisan, bahkan akal pikiran. Semua anggota tubuh kita diciptakan Allah dengan fungsi dan peran masing-masing, yang mendekatkan diri kepada-Nya. Namun, kini seakan-akan kita hanya membawa rongsokan, karena panca indera ini setiap hari hanya menjauhkan kita dari-Nya. Astagfirullah.

Sahabatku, marilah mulai menanamkan rasa malu kepada Allah. Malu bahwa ternyata aneka karunia yang mewah ini tidak berfungsi. Ingin sekali kita tutup-tutupi sebelum ada yang menyadari. Tetapi Allah Maha Mengetahui.

Marilah mulai manfaatkan beragam anugerah ini agar berguna kembali sesuai perannya. Sehingga kita memiliki jawaban pada hari ketika Allah meminta pertanggungan jawab atas seluruh barang-barang yang bernilai tinggi ini. Seperti tersebut dalam surat An-Nur ayat 24,

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

"Pada hari ketika lisan, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan."

Salam Hijrah.
⏰ Waktunya bangun dan berubah dari tidur panjang kita

*_Selamat menunaikan ibadah shalat Subuh, semoga Allah menerima amal ibadah kita Aamiin_*